Jawa

Pemkab Magelang Bagikan Thermo Gun ke Desa-desa

Pemkab Magelang membagikan thermo gun ke seluruh desa dan dusun di Kabupaten Magelang. Bantuan juga kepada pondok pesantren.

Tayang:
Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Bupati Magelang, Zaenal Arifin. 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Pemkab Magelang membagikan thermo gun ke seluruh desa dan dusun di Kabupaten Magelang. Bantuan juga kepada pondok pesantren.

Thermo gun dipergunakan untuk penerapan protokol kesehatan di wilayah-wilayah.

Bupati Magelang, Zaenal Arifin menuturkan, sebagian besar terkonfirmasi positif berasal dari riwayat perjalanan.

Mereka menjadi kontak pelaku perjalanan.

Polresta Yogyakarta Belum Terapkan Sanksi bagi Pelanggar Protokol Kesehatan

"Masyarakat terkena kontak dengan para pejalan dari luar daerah, itu yang menyebabkan penyebaran virus. Itu langkah kami melakukan intervensi di daerah tertentu, khususnya di wilayah masing-masing desa untuk menerapkan protokol kesehatan," tutur Zaenal.

Pihaknya pun melakukan langkah intervensi dengan membagikan thermo gun ke seluruh desa termasuk dusun di magelang.

Bantuan itu juga diberikan ke pondok pesantren.

"Thermo gun itu sebagai satu syarat kalau seandainya kita yang memiliki suhu tubuh 37,3 derajat celcius harus melakukan langkah kesehatan, mencoba menghubungi puskesmas terdekat dan dinkes di wilayah sana. Sehingga bisa dilakukan antisipasi," kata Zaenal.

Bupati Magelang Belum Akan Buka Pembelajaran Tatap Muka

Selain bantuan, thermo gun ke seluruh desa dan dusun, termasuk pondok-pondok pesantren, pihaknya juga memberikan masker.

Sesuai inpres melalui mendagri, PKK dilibatkan dalam pembagian masker.

Lanjut Zaenal, Pemkab Magelang juga berkomunikasi dengan pemerintah pusat untuk ambulan mobil PCR, sehingga gugus tugas segera bisa melakukan tracking cepat langsung dilakukan swab.

"Kami sudah memohon ke BNPB. kemudian BNPB sudah berkomunikasi dengan kami BNPB, mungkin juga tidak diberikan mobil, tapi diberikan alatnya. Namun tentunya harus ada pelatihan dari SDM kita dinkes untuk menggunakannya nanti," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved