Bisnis
Komoditi Kerajinan Tangan dari Yogyakarta Jadi Daya Tarik Pasar Luar Negeri
Geliat ekspor produk UMKM di Yogyakarta diharapkan dapat terus ditingkatkan meski masih dalam masa pandemi Covid-19.
Penulis: Santo Ari | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM - Geliat ekspor produk UMKM di Yogyakarta diharapkan dapat terus ditingkatkan meski masih dalam masa pandemi Covid-19.
Komoditi berupa kerajinan tangan masih menjadi daya tarik pasar luar negeri.
Palem Craft adalah satu di antara UMKM yang tetap aktif mengirimkan produknya ke pasar Eropa.
Kekuatannya adalah bahan-bahan dari alam.
Oleh tangan dingin para perajin, bahan baku dari alam tersebut disulap menjadi cermin dan lampu bernilai seni tinggi yang mampu memuaskan pasar eropa.
Pemilik Palem Craft, Deddy Effendi Anakottapary menjelaskan banyak negara yang peduli dengan sistem ramah lingkungan tertarik dengan produk dari Indonesia.
• DPRD Tuban Belajar Penanganan UMKM ke Kulon Progo Guna Maksimalkan Anggaran
Hal itu pula yang dimanfaatkan olehnya dalam menghasilkan produk kerajinan.
Untuk mendukung proses produk yang berkelanjutan dan menjaga kualitas yang stabil, pihaknya bekerjasama dengan pemasok bahan baku lokal yang berasal dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur bahkan dari luar Pulau Jawa.
Tak hanya mempekerjakan pegawai di workshopnya, Palem Craft juga dibantu oleh klaster atau kelompok perajin di DIY, seperti di Yogyakarta, Gunungkidul dan Bantul.
Para perajin di klaster tersebut, akan membantu produksi setengah jadi, dan finishing akan dilakukan di workshop Palem Craft.
"Orang Jogja ini lahir sudah jadi perajin, dengan dilatih sedikit, teknik yang tidak begitu sulit, mereka sudah bisa mengerjakan. Dan karena kami juga mengejar kapasitas, jadi desain yang kami buat tidak begitu sulit," terangnya.
Meski sempat vakum selama dua bulan karena Covid-19, namun Deddy mengaku tak menghentikan proses produksi dan tidak merumahkan pegawainya.
Ia percaya bahwa dalam kenormalan baru, permintaan dari luar negeri akan semakin bertambah.
"Untuk tahun ini sudah ada tujuh kontainer yang diekspor, dan ini akan yang ke-delapan. Pasar kami tak hanya di Belgia, tapi juga di Perancis, Spanyol, dan di beberapa negara eropa lainnya. Satu kontainer berisi 20 ribu lampu dan cermin dengan nilai Rp 100-150 juta," urainya.
• Bank Indonesia Ingin UMKM Naik Kelas
Deddy pun membagi ilmu bagi para pelaku yang ingin mengekspor produknya ke luar negeri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)