Bantul
Cerita Teman Korban Hanyut Pantai Parangtritis
Sebelum terseret ombak di pantai Parangtritis pada Jumat (4/9/2020) pagi, Faran Diva Bahtyarta (18) sempat bercanda dengan satu temannya bernama Risky
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sebelum terseret ombak di pantai Parangtritis pada Jumat (4/9/2020) pagi, Faran Diva Bahtyarta (18) sempat bercanda dengan satu temannya bernama Risky Pratama Putra.
Ditemui di posko Search And Rescue (SAR) Satlinmas Parangtritis, korban selamat dari ganasnya ombak di Parangtritis, yakni Risky Pratama Putra, Ervian Risky Dwi Tama, Afrian Azhary, Novan Dias, serta dua gadis bernama Safrika, Zahwa terlihat lesu.
Novan Dias yang paling terpukul di antara kawan-kawan Faran yang lain.
Meski guratan wajah dari kelima remaja usia belasan tahun itu memang menunjukkan penyesalan yang luar biasa.
Novan terlihat tak berdaya sejak kejadian itu menimpa kawan-kawannya.
Ia hanya berdiam diri dan menyandarkan tubuhnya di posko SAR.
• Ditpolairud Polda DIY dan Tim Gabungan Lakukan Pencarian Korban Hanyut di Bibir Pantai Parangtritis
Dari ke empat kawannya yang berenang Jumat pagi, hanya Novan dan dua teman perempuannya yang tidak berenang.
"Masih shock mungkin. Sekarang kami masih menunggu keluarga Faran. Mereka mau ke sini dan sedang dalam perjalanan," kata Risky lirih.
Mereka kini berada di posko SAR Satlinmas Parangtritis.
Wajah bingung bercampur penyesalan yang mendalam cukup jelas dari kelima remaja asal Madiun itu.
Apalagi, sesat sebelum peristiwa itu terjadi, kenangan Risky bersama Faran diakui masih berkutat di kepalanya.
Ia pun bercerita, Faran sempat menantang Risky dengan nada candaan.
"Ayo kuat-kuatan nembus ombak. Sing rubuh disek berarti kalah (ayo adu kuat menembus ombak. Yang jatuh duluan berarti kalah)," kata Risky dengan mimik yang gugup.
Risky tak berprasangka apa pun dengan ucapan kawannya pagi itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/ditpolairud-polda-diy-dan-tim-gabungan-lakukan-pencarian-korban-hanyut-di-bibir-pantai-parangtritis.jpg)