Kulon Progo

Perubahan Nama Stadion Cangkring di Kulon Progo Harus Miliki Filosofi

Perubahan nama pada Stadion Cangkring yang berada di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo rencananya akan dilakukan. Namun demikian rencana perubah

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Kulonprogo 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Perubahan nama pada Stadion Cangkring yang berada di Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo rencananya akan dilakukan.

Namun demikian rencana perubahan nama tersebut saat ini masih dalam tahap pengusulan nama.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kulon Progo, Arif Prastowo mengatakan pihaknya sudah mengusulkan beberapa nama untuk menggantikan nama Stadion Cangkring ke Bupati Kulon Progo.

Sebab, perubahan nama tersebut akan ditentukan oleh Bupati Kulon Progo, Sutedjo.

Pemkab Kulon Progo Nilai Ketahanan Asbuton Cukup Memuaskan

"Nantinya pengusulan dilakukan secara terpisah untuk nama kawasan, stadion dan GOR. Sebab di dalam Stadion Cangkring terdapat beberapa venue seperti tenis, kolam renang dan sebagainya," tuturnya Kamis (3/9/2020).

Terlebih untuk pengusulan nama Stadion Cangkring ke Bupati Kulon Progo tidak hanya satu melainkan diambil dari berbagai insan di bidang olahraga, seniman, pelaku budaya atau yang lainnya.

Arif berharap usulan nama tersebut dapat muncul dalam waktu dekat ini.

Terpisah Wakil Bupati Kabupaten Kulon Progo, Fajar Gegana mengatakan bahwa ia memiliki 2 usulan nama untuk menggantikan nama Stadion Cangkring di kabupaten Kulon Progo.

Pertama, Stadion Herucakra yang merupakan salah satu gelar dari Pangeran Diponegoro.

Pemkab Kulon Progo Lakukan Verifikasi dan Simulasi di Satu Kedai Kopi

Herucakra melambangkan seorang pejuang atau penyelamat yang memiliki hati suci dan bersih sesuai dengan stadion tersebut yang menggambarkan perjuangan yang berasal dari Kulon Progo khususnya di bidang olahraga.

Sebab menurutnya, Pangeran Diponegoro sangat lekat dengan perjuangan masyarakat di Kabupaten Kulon Progo selain Nyi Ageng Serang.

Kedua, Stadion Ki Gede Menoreh yang melambangkan prajurit Mataram dari Bukit Menoreh seperti di dalam cerita "Api di Bukit Menoreh".

"Kedua nama itu dapat dimaknai sebagai perjuangan para atlet yang berasal dari Kabupaten Kulon Progo," ucapnya.

Ia juga meminta kepada Disdikpora Kabupaten Kulon Progo untuk lebih selektif dalam memilih nama baru menggantikan nama Stadion Cangkring.

Menurutnya, perubahan nama stadion dapat menjadikan spirit bagi para atlet sehingga harus paham dengan filosofi yang terdapat pada nama stadion tersebut.

Bahkan bila perlu, kata Fajar, untuk pengusulan nama bisa dirapatkan terlebih dahulu di DPRD Kulon Progo. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved