Kulon Progo

Pemkab Kulon Progo Nilai Ketahanan Asbuton Cukup Memuaskan

Sebab, asbuton tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan saat diujicobakan semenjak dua tahun terakhir di ruas jalan yang berada di Kalurahan S

Penulis: Sri Cahyani Putri | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Pengecekan ketahanan asbuton di ruas jalan yang berada di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo pada Rabu (2/9/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Sri Cahyani Putri Purwaningsih

TRIBUNJOGJA.COM, KULON PROGO - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menilai ketahanan aspal buton (asbuton) cukup memuaskan.

Sebab, asbuton tersebut tidak menunjukkan tanda-tanda kerusakan saat diujicobakan semenjak dua tahun terakhir di ruas jalan yang berada di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo.

"Sejak 26 Juni 2018 lalu hingga saat ini kondisi aspal terlihat masih bagus. Untuk pemeliharaannya beda dengan aspal minyak yang dilakukan setiap hari," ucap Zahram Asurawan, Kepala Bagian Administrasi Pembangunan, Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Kulon Progo Rabu (2/9/2020).

Terlebih, Pemkab Kulon Progo juga akan melakukan evaluasi bila memungkinkan akan menggunakan asbuton untuk pembangunan jalan lain di Kulon Progo.

Pemkab Kulon Progo Lakukan Verifikasi dan Simulasi di Satu Kedai Kopi

"Jika ada efisiensi anggaran dan asbuton dapat bertahan lama, tidak menutup kemungkinan kami menggunakan asbuton untuk pembangunan jalan yang lain di Kabupaten Kulon Progo," kata dia.

Sementara, Direktur Utama PT. Jawa Buton Nusantara Dirjaya mengaku cukup puas atas penilaian dari Pemkab Kulon Progo setelah melakukan pengecekan di ruas jalan yang berada di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pengasih.

Ia menjelaskan asbuton memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan dengan aspal minyak.

Sebab aspal alam yang terkandung pada deposit batuan yang terdapat di Pulau Buton memiliki tingkat keawetan yang tinggi.

Sehingga jika lama digunakan akan semakin halus.

DPUPKP Kota Yogya Respon Cepat Kerusakan Aspal Jalan Raya

"Untuk kerusakan baru akan terlihat di tahun keempat yang mana prosentase kerusakannya mencapai 10 persen. Selanjutnya di tahun kelima sekitar 15 persen, baru setelah itu dilakukan pelapisan ulang," ucapnya.

Terlebih penggunaan asbuton menurutnya juga lebih efisien dibandingkan aspal minyak.

"Penggunaan asbuton tidak terpengaruh fluktuasi harga minyak sehingga dalam sistem penganggaran akan lebih valid," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved