Yogyakarta

Sultan Berharap Lebih dari 2 Desa Terdampak Tol Yogya-Solo yang Menerima Ganti Untung pada 2020 Ini

Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan dukungan penuh serta menyampaikan harapannya agar pembayaran ganti untung tersebut mampu mendongk

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono 

Laporan Reporter Tribun Jogja Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dinas Pertama dan Tata Ruang DIY serta Kanwil BPN DIY menargetkan setidaknya ada dua desa terdampak Tol Yogya-Solo yang akan menerima pembayaran ganti untung maksimal di penghujung 2020 ini.

Upaya percepatan pun dilakukan, salah satunya pemasangan pathok dan pengukuran tanah dilakukan secara simultan untuk mengejar taget penyelesaian pembayaran.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X memberikan dukungan penuh serta menyampaikan harapannya agar pembayaran ganti untung tersebut mampu mendongkrak perekonomian DIY yang pertumbuhannya saat ini terkontraksi.

"Moga-moga lebih banyak (desa yang dibayarkan ganti untung), supaya minusnya (pertumbuhan ekonomi) tidak terlalu besar," ungkapnya seusai menghadiri acara di BPK, Rabu (2/9/2020).

Tol Yogyakarta-Bawen Masuk Tahap Konsultasi Publik, Patok Kiri-kanan Segera Dipasang

Terpisah, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan pihaknya berharap proses pembayaran bagi warga terdampak Tol Yogya-Solo bisa dilaksanakan sebelum ganti tahun sehingga masyarakat segera menerima uang tersebut dan membelanjakan.

Hal tersebut akan berimbas terhadap roda perekonomian DIY.

"Bisa memegang uang, ada transaksi yang terjadi di DIY. Tentu transaksi yang dilakukan kita harapkan selektif. Kehilangan rumah beli rumah, kehilangan tanah beli tanah. Bukan kehilangan tanah jadinya beli mobil. Transaksi itu yang membuat perekonomian berputar dan nanti pertumbuhan ekonomi bagus," tuturnya.

Aji menjelaskan bahwa upaya percepatan tahapan Tol Yogya-Solo telah dilakukan.

Salah satunya adalah mengebut pekerjaan yang dilakukan tim persiapan Tol Yogya-Solo yang dinaungi Dinas Pertanahan dan Tata Ruang.

"Kalau kemarin sampai pathok tugas kita (Pemda DIY). Sekarang, tugasnya BPN dan satker untuk pembayaran," urainya.

Sebelumnya, Kepala Kanwil BPN DIY Tri Wibisono mengatakan pihaknya telah melakukan koordinasi terkait proyek Tol di Yogya, dalam hal ini Tol Yogya-Solo dan telah membentuk Tim Pengadaan Tanah yakni Satgas A dan B.

Pematokan dan Pengukuran Tol Yogya-Solo Berjalan Simultan

"Kemudian hari ini (Selasa) kami lakukan tinjauan fisik. Ternyata patoknya dipasang centernya dulu, belum kiri dan kanan yang panjangnya sekitar 20-20, (total) 40 meter lebar tol tersebut. Kalau lihat seperti itu kami meminta instansi yang melakukan segera melaksanakan pemasangan tanda batas kanan kiri," ucapnya, seusai acara penyerahan sertifikat tanah kasultanan dan kadipaten di Panitikiamo Keraton Yogyakarta, Selasa (1/9/2020).

Tri menjelaskan, umumnya tahapan yang dilakukan adalah, tim pengadaan tanah akan menunggu proses pemasangan pathok selesai dilakukan seluruhnya, disusul dengan membuat pernyataan bahwa sudah selesai melakukan penanaman tanda batas atau pemasangan pathok.

"Tapi karena melihat kondisi yang ada, kami secara simultan mereka melakukan penanaman tanda batas dan kami langsung melakukan pengukuran. Bahkan kami, Satgas A dan B menyesuaikan keperluan. Kami lihat mana yang siap dulu, ini yang akan kami lakukan agar pelaksanaan segera," bebernya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved