Rencana Pengamanan Air Minum, 12 PDAM Jadi Percontohan WHO
Sedikitnya 12 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia dijadikan percontohan oleh World Health Organization (WHO) mengenai langkah rencana peng
Penulis: Azka Ramadhan | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sedikitnya 12 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Indonesia dijadikan percontohan oleh World Health Organization (WHO) mengenai langkah rencana pengamanan air minum.
Hal tersebut, bakal dibahas langsung oleh Persatuan Perusahaan Air Minum (Perpamsi) Jateng-DIY dalam Rapat Kerja Pengamanan Air Minum, yang bergulir di Ibis Hotel Malioboro, Yogyakarta, Rabu (2/9/20).
Ketua Umum Perpamsi, Rudie Kusmayadi mengatakan, sebagai bagian dari program WHO yang diluncurkan 2011 silam, baru 12 PDAM di Indonesia yang bisa mengadopsi rencana pengamanan air minum.
Ia pun memaparkan, 12 PDAM yang dimaksud antara lain, PDAM Kota Malang, Banjarmasin, Kota Salatiga, Makasar, Sidoarjo, Payakumbuh, Surabaya, Tangerang, hingga Kabupaten Bandung.
• Sultan Harapkan SPAM KAmijoro Penuhi Kebutuhan Air Minum Dua Kabupaten
Namun, Rudie mengakui, rencana pengamanan air minum bukan hal sepele, karena memiliki alur yang cukup panjang dari hulu sampai ke hilir, dengan banyak sekali persoalan dan hambatan yang mengiringi.
"Inti dari rencana pengamanan air minum ini adalah PDAM bisa memasok air ke pelanggan secara baik. Tapi yang jadi masalah, banyak persoalan sehingga tidak semua bisa menerapkannya," ujarnya.
"Kami mengajukan 80 PDAM, tapi yang lolos berdasarkan penilaian WHO hanya 12 saja. Ini memang tidak mudah dilakukan, karena butuh biaya besar yang harus dikeluarkan," imbuh Rudie.
Ia menjelaskan, raker rencana pengamanan air minum ini bakal membahas empat pedoman yang kini sudah diatur sesuai perundang-undangan. Yakni, mengenai kualitas, kuantitas, kontinuitas dan keterjangkauan.
• SPAM Kamijoro Akan Suplai Air Minum Bandara NYIA
"Arahnya memang keharusan revitalisasi jalur-jalur pipa pendistribusian air. Ini sulit, lantaran usia pipa di sebagian besar wilayah Indonesia sudah berusia puluhan tahun, peninggalan Belanda," katanya.
Sebagai tuan rumah, Dirut PDAM Tirtamarta Kota Yogya, Majiya mendukung pelaksanaan raker tersebut.
Pasalnya, rencana pengamanan air minum selaras dengan program revitalisasi pipa air oleh pihaknya.
"Kita lakukan secara bertahap. Saat ini sudah selesai tahap pertama revitalisasi, dari perempatan Wirobrajan hingga Jembatan Sayidan. Tahun depan dilanjut lagi tahap berikutnya," ujarnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/air-pdam_20180115_175342.jpg)