Yogyakarta
SPAM Kamijoro Akan Suplai Air Minum Bandara NYIA
Pemerintah Provinsi DIY menyebut pihak swasta tertarik untuk ikut KPBU sistem penyaluran air minum (SPAM) Bendung Kamijoro.
Penulis: Agung Ismiyanto | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM - Pemerintah Provinsi DIY menyebut pihak swasta tertarik untuk ikut kerjasama pemerintah dan badan usaha (KPBU) sistem penyaluran air minum (SPAM) Bendung Kamijoro.
Untuk pembuatan pipa jaringan bendung tersebut, perlu dana sebesar Rp 450 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Energi Sumber Daya Mineral, Hananto Hadi Purnomo menjelaskan, ada 20 badan usaha yang ikut dalam persiapan premarket sounding KPBU SPAM Bendung Kamijoro tersebut.
Hal ini perlu untuk melihat seberapa besar antusiasme pasar terhadap proyek terebut.
“Setelah kami melihat ini tadi, ada banyak pertanyaan dari 20 badan usaha tersebut. Dari pertanyaan yang ada, ternyata proyek yang ditawarkan banyak yang berminat,” jelasnya, Selasa (29/1).
Hananto menyebutkan, kesempatan ini juga untuk mendengarkan masukan dari swasta, dan penjajakan ada pihak yang akan membeli atau tidak.
Baca: Pemda DIY Koreksi Raperda Toko Swalayan Kabupaten Sleman, Tiga Hal Pokok Ini yang Dievaluasi
Berdasarkan hal itu pihaknya kemudian melakukan studi lanjutan yang difasilitasi Kementrian Keuangan.
“Ini untuk mengetahui betul-betul secara ekonomi layak, seperti kesediaan PDAM menampung produk seperti apa setelah itu premarket sounding,” jelasnya.
Hananto menyebutkan, perlu waktu cukup lama untuk penyiapan PDAB perusahaan yang bekerjasama dengan swasta.
Lelang KPBU SPAM Kamijoro ini akan dilaksanakan pada tahun 2020 dan kemungkinan pelaksanaan
penyaluran akan dilakukan pada tahun 2021.
“Lelang baru 2020, karena PDAB baru terbentuk sekitar bulan Oktober, bantuan dari pusat lewat PDAB bukan pemerintah seperti penyusunan PDR. Jadi, tahun 2020 belum membangun baru lelang, membangun 2021,”
ulasnya.
Adapun anggaran untuk pembangunan saluran air minum bagi bandara NYIA dan Bantul ini diperkirakan menelan duit Rp 450 miliar. Hanya, soal rincian anggaran ini akan lebih pasti setelah dilakukan studi kelayakan dengan bantuan Kementrian Keuangan.
“Baru tahu sudah pasti betul sistemnya mau seperti apa, kalau sekarang baru studi pendahuluhan dan baru perkiraan belum tahu panjang pipa seperti itu belum diukur secara rinci,” urainya.(tribunjogja)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dinas-pariwisata-bantul-siap-dampingi-proses-pengembangan-wisata-bendung-kamijoro_20181029_174657.jpg)