Gara-gara 'Anjay' Lutfi Agizal Mengaku Dihujat 150 Juta Netizen
Lutfi Agizal mendapat serangan dari netizen. Lutfi Agizal mengaku tak menyangka masyarakat luas bisa menyoroti permasalahan ini.
TRIBUNJOGJA.COM -Belakangan ini dunia maya digaduhkan dengan kontroversi kata 'anjay' yang diperkarakan Lutfi Agizal.
Kata 'anjay' menjadi ramai setelah Lutfi Agizal menyampaikan keresahannya. Lutfi mengaku miris ketika mendengar anak-anak Indonesia berbicara dengan kata tersebut.

Lutfi berpendapat kata "anjay" bisa merusak moral bangsa karena merupakan plesetan dari kata hewan anjing. Lutfi mengadu ke Komnas Anak dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan meminta ada pengkajian terhadap penggunaan kata tersebut.
Lantaran hal itu, YouTuber Lutfi Agizal mendapat cibiran dari netizen.
Lutfi Agizal mendapat serangan dari netizen. Lutfi Agizal mengaku tak menyangka masyarakat luas bisa menyoroti permasalahan ini.
"Gue enggak expect lho, gue 2014 di entertain, tapi sekarang baru ngerasain 2020, 'wow, gue dilihat orang se-Indonesia', 150 juta orang ngehujat," kata Lutfi Agizal dalam kanal YouTube Deddy Corbuzier, dikutip Kompas.com, Rabu (2/9/2020).
Merasa bingung, Deddy Corbuzier bertanya dari mana Lutfi Agizal bisa mengetahui 150 juta orang.
Lutfi Agizal mengaku mengetahuinya setelah melihat jumlah akun yang mengunjungi Instagram-nya dalam satu minggu terakhir.
"Kan ada impression-nya di Instagram dalam satu minggu," kata Lutfi Agizal.
Sementara itu, Lutfi Agizal mengaku tidak stres setelah mendapatkan cibiran dari netizen lantaran tak ambil pusing soal hal itu.
"Enggak sih, dunia maya ya, tinggal gue enggak buka (media sosial), selesai," ucap Lutfi Agizal.
• Youtuber Ini Berulah, Bikin Prank Bungkusan Daging Kurban Berisi Sampah, Akhirnya Minta Maaf
Sindiran Bintang Emon

Komedian Bintang Emon menyindir polemik pelarangan penggunaan kata ' anjay' yang tengah ramai diperbincangkan publik.
Semua berawal dari YouTuber Lutfi Agizal yang mengadu ke Komnas Perlindungan Anak (Komnas PA) dan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bahwa kata 'anjay' berpotensi merusak moral bangsa.
KPAI lalu mengeluarkan surat edaran yang berisi imbauan agar orang-orang tidak lagi menggunakan kata 'anjay' terutama jika ditujukan kepada anak-anak.