Breaking News:

Update Corona di Magelang

Satgas Pengaman Akan Dibentuk di Tiap Kelurahan di Kota Magelang, Pantau Kegiatan atau Hajatan

Mereka akan memantau kegiatan maupun hajatan yang diselenggarakan di lingkungan masing-masing dan memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai protokol

TRIBUNJOGJA.COM / Rendika Ferri
Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono, saat diwawancarai seusai Sosialisasi Perwal Adaptasi Kebiasaan Baru di RM Kebon Semilir, Kota Magelang, Senin (31/8/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Rendika Ferri K

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Satuan Tugas (Satgas) Pengaman akan dibentuk di tiap kelurahan dan kecamatan di Kota Magelang.

Mereka akan memantau kegiatan maupun hajatan yang diselenggarakan di lingkungan masing-masing dan memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai protokol kesehatan.

Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono, mengatakan, sesuai Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 30 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Produktif dan Aman Covid-19, warga yang menyelenggarakan hajatan mesti mengajukan izin.

Ia menegaskan demikian karena masih banyak warga yang belum menaati ketentuan itu.

Booming Lagi, Tanaman Hias Banyak Diminati Masyarakat Magelang Selama Pandemi

"Apabila warga yang punya hajatan, tolong harus izin. Pertama, lurah dan camat kalau dilaksanakan di rumah. Karena pengalaman kemarin saya dapat undangan hajatan di Tidar Sawit. Tempatnya mepet, kapasitas 50 orang, dan tidak ditata, sehingga rapat-rapat seperti tak ada apa-apa," kata Joko, saat konferensi pers Sosialisasi Perwal Adaptasi Kebiasaan Baru di RM Kebon Semilir, Kota Magelang, Senin (31/8/2020).

Dengan kejadian tersebut, Sekda mengundang seluruh lurah untuk sudah membentuk Satgas Pengaman.

Satgas Pengaman ini dalam rangka setiap ada kegiatan hajatan, mereka akan hadir dan sekaligus memberikan edukasi.

"Pak lurah saya undang semuanya, minggu ini harus sudah membentuk satgas pengaman. Minggu ini. Lurah camat harus membentuk satgas pengaman. Untuk satgas pengaman dalam rangka, apabila setiap ada kegiatan hajatan yang dilaksanakan sabtu atau minggu dari keluraahana hadir di situ sekaligus memberikan edukasi," ujar Joko.

Jika ada yang tidak taat, maka bisa jadi kegiatan itu dibubarkan.

Halaman
123
Penulis: Rendika Ferri K
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved