Perwal Adaptasi Kebiasaan Baru di Kota Magelang Diberlakukan, Bikin Hajatan Harus Seizin Wali Kota

Perwal Adaptasi Kebiasaan Baru di Kota Magelang Diberlakukan, Bikin Hajatan Harus Seizin Wali Kota

Penulis: Rendika Ferri K | Editor: Hari Susmayanti
Prokopim Pemkot Magelang
Sosialisasi Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 30 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Produktif dan Aman Covid-19, di ruang Adipura Kencana komplek kantor Walikota Magelang, Kamis (27/8/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Peraturan Walikota (Perwal) Nomor 30 tahun 2020 tentang Pedoman Adaptasi Kebiasaan Baru Produktif dan Aman Covid-19 di Kota Magelang resmi diberlakukan.

Perwal ini memuat berbagai aturan di dalamnya. Termasuk bagi warga yang akan pertemuan maupun hajatan, harus seizin Wali Kota Magelang.

"Bila mendesak menggelar pertemuan, diperbolehkan asalkan mendapatkan izin dari Walikota Magelang, melalui aparat kecamatan dan kelurahan masing-masing.

Termasuk acara hajatan juga harus seizin atau persetujuan Walikota melalui kecamatan.

Kemudian jumlah pengunjung yang hadir dalam satu waktu, tidak boleh melebihi 30 persen dari efektivitas lokasi penerapan jaga jarak," kata Sekretaris Daerah Kota Magelang, Joko Budiyono, Kamis (27/8/2020) kemarin dalam sosialisasi perwal di ruang Adipura Kencana komplek kantor Walikota Magelang.

Soal pemakaian masker, jika seseorang ke tempat perkantoran, mall, dan lain sebagainya tak memakai masker, maka berdasarkan pasal 11 ayat (2) huruf a, dan pasal 29 ayat (1), petugas akan melarang yang bersangkutan masuk ke area.

"Adapun pembatasan jumlah pengunjung maksimal 50 persen dari biasanya. Termasuk tempat ibadah, fasilitas umum, angkutan umum, perkantoran, dan lain-lain," tuturnya.

Usung Aji dan Windarti di Pilkada Kota Magelang, PDIP Targetkan 64 Persen Suara

Update Covid-19 Kota Magelang 27 Agustus 2020, Tambahan 3 Kasus Konfirmasi Baru

Kelompok-kelompok juga diwajibkan membentuk satgas penanganan Covid-19 secara internal.

Perkantoran maupun fasilitas publik lainnya perlu dilakukan penataan, harus mengedepankan jaga jarak minimal 1 meter. Sebelum masuk dicek suhu tubuh, cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, dan jaga jarak.

Soal sanksi juga. Selain perseorangan, sanksi juga berlaku untuk instansi, perusahaan swasta, tempat hiburan, fasilitas publik, dan sebagainya.

Sanksi yang dijatuhkan pun berjenjang meliputi 3 tahapan sanksi administratif ini antara lain, teguran, penghentian sementara, hingga pencabutan izin sementara.

Jika tidak diindahkan, Satpol PP Kota Magelang, dibantu aparat kecamatan maupun kelurahan boleh berhak menghentikan aktivitas masyarakat itu dengan cara mencabut izin penyelenggaraan.

"Perwal ini dibuat untuk memberikan perlindungan, pencegahan Covid-19 di masyarakat sekaligus payung hukum penerapan adaptasi kebiasaan baru (AKB) di Kota Magelang," pungkas Joko.(Tribunjogja/Rendika Ferri Kurniawan)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved