Breaking News:

Jawa

Cegah Corona, KPU Klaten Imbau Bapaslon Tak Bawa Pendukung dalam Jumlah Banyak Saat Mendaftar

KPU Klaten tidak ingin proses pendaftaran bapaslon mengundang keramaian yang berpotensi menjadi sumber penyebaran virus Covid-19.

TRIBUNJOGJA.COM / Almurfi Sofyan
Suasana Kantor KPU Klaten di Jalan Mayor Kusmanto Nomor 25, Klaten. 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Klaten mengimbau bakal pasangan  calon (bapaslon) Bupati dan Wakil Bupati Klaten pada Pilkada 2020 agar tidak membawa pendukung dalam jumlah banyak saat mendaftarkan diri.

Hal itu, diminta oleh KPU Klaten karena tidak ingin proses pendaftaran bapaslon mengundang keramaian yang berpotensi menjadi sumber penyebaran virus Covid-19 di daerah itu.

"Tentu iya, kami mengimbau kepada bapaslon untuk tidak membawa pendukungnya dalam jumlah banyak saat mendaftar," ujar Komisioner KPU Klaten, Samsul Huda saat dihubungi Tribunjogja.com, Senin (31/8/2020).

Klaten Ditunjuk Sebagai Lokasi Tes Kesehatan untuk Bakal Calon Kepala Daerah dari 5 Kabupaten

Meski begitu, lanjut Samsul Huda, untuk batasan jumlah pendukung yang boleh dibawa oleh masing-masing bapaslon saat mendaftar ke KPU Klaten masih dikoordinasikan pihaknya dengan pihak keamanan.

"Namun untuk berapa jumlah yang diperbolehkan, sedang dikoordinasikan dengan pihak keamanan," imbuhnya.

Sebagaimana diketahui, masa pendaftaran bapaslon Pilkada Klaten 2020 akan dibuka oleh KPU Klaten pada akhir pekan ini yakni, Jumat (4/9/2020) hingga Minggu (6/9/2020) mendatang.

Pendaftaran hari Jumat (4/9/2020) dan Sabtu (5/9/2020) akan dibuka mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 16.00 WIB.

"Untuk hari terakhir, Minggu (6/9/2020) pendaftaran dibuka hingga tengah malam yakni mulai pukul 08.00 WIB hingga pukul 24.00 WIB," terangnya.

Warga Klaten yang Nekat Keluar Tanpa Masker KTP-nya Ditahan Selama Seminggu

Sekadar informasi, untuk Pilkada Klaten 2020, sudah ada tiga bapaslon yang telah mendapatkan rekomendasi dari partai pengusung masing-masing untuk bertarung di kontestasi lima tahunan itu.

Pertama, bapaslon petahana Sri Mulyani-Yoga Hardaya (MULYO) yang mengantongi rekomendasi dari koalisi PDI Perjuangan dan Golkar.

Lalu, ada bapaslon One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI) yang mengantongi rekomendasi dari koalisi Demokrat, PKS dan Gerindra.

Terakhir, Arif Budiyono-Harjanta (ABY-HJT) yang mengantongi rekomendasi dari empat partai pengusung sekaligus yakni PKB, PAN, PPP dan Nasdem.  (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Almurfi Syofyan
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved