Update Corona di DI Yogyakarta
Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Warga Bantaran Kali Code Inisiasi Pasar Kali Online
Sekitar 30 orang menginisiasi lakukan pemasaran produk secara daring milik warga sekitar yang diberi nama Pasar Kali Online (PKO)
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
"Untuk berjualan di PKO, produk yang ditawarkan harus berbeda. Sehingga, tidak boleh berjualan dengan jenis produk yang sama. Agar tidak terjadi kecemburuan," ujarnya.
Tak hanya itu, produk yang dibeli bisa diantarkan langsung ke rumah pemesan.
Pengiriman dilakukan dengan dua metode yaitu penggunaan sepeda dan sepeda motor.
"Nantinya, produk yang sudah dibeli bisa diantar langsung ke rumah pelanggan. Untuk penggunaan sepeda biaya pengiriman sebesar Rp10 ribu untuk lokasi sekitar ringroad. Sedangkan, sepeda motor untuk lokasi yang sama, ongkos kirim hanya Rp3 ribu. Pengantarnya pun mandiri dari warga setempat juga," ujarnya.
• Merti Sungai Code, Upaya Menjaga Lingkungan dan Kearifan Lokal
Ia menambahkan, warga setempat cukup terbantu untuk penjualannya.
Di mana satu orang penjual mampu menjual produknya hingga 24 porsi per hari.
Padahal, ketika hanya berjualan antar warga setempat produknya palingan hanya laku 3 porsi saja.
"Meskipun tak banyak, setidaknya mampu memutar perekonomian warga selama pandemi ini," terangnya.
Anang berharap dengan adanya media pasar online bisa membuat masyarakat lebih jeli dalam memanfaatkan teknologi khususnya warga di lingkungannya.
Rencananya kalau situasi sudah kondusif PKO akan dibuka secara offline (luring).
Namun, sistem pemesanan masih secara online (daring).
"Jadi, pembeli dapat langsung datang ke lokasi untuk menikmati pemandangan kali Code. Nantinya juga disediakan musik dan sastra. Tetapi, untuk memesan makanan masih dilakukan secara online nanti akan dikoordinasi oleh warga setempat," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/bangkitkan-ekonomi-masyarakat-warga-bantaran-kali-code-inisiasi-pasar-kali-online.jpg)