Update Corona di DI Yogyakarta

Bangkitkan Ekonomi Masyarakat, Warga Bantaran Kali Code Inisiasi Pasar Kali Online

Sekitar 30 orang menginisiasi lakukan pemasaran produk secara daring milik warga sekitar yang diberi nama Pasar Kali Online (PKO)

Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Suasana kampung bantaran Kali Code, kota Yogyakarta, pada Jumat (28/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sejumlah warga di Ledok Tukangan, Danurejan, bantaran Kali Code, Kota Yogyakarta berinovasi untuk menghidupkan kembali denyut perekonomian di kampungnya setelah lumpuh dihantam pandemi Corona.

Sekitar 30 orang menginisiasi lakukan pemasaran produk secara daring milik warga sekitar yang diberi nama Pasar Kali Online (PKO)

Seorang inisiator terbentuknya PKO, Anang Nashichudin (42) menuturkan, inspirasi terbentuknya gerakan ini karena melihat kondisi warga di kampungnya banyak yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi.

"Kebanyakan warga sekitar bermata pencaharian sebagai buruh. Akibat pandemi banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaan. Dari situ mulai kepikiran gimana caranya untuk membantu mereka (warga) agar tetap bertahan," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (28/08/2020).

Ulu-ulu Sungai Code Pantau Jembatan dan Dam

Dipilihnya nama PKO, lanjut Anang, karena memiliki hubungan erat dengan letak kampung urban tersebut.

Di mana lokasi kampung Ledok Tukangan, Danurejan  berada di dekat kali Code.

Dan, banyaknya produk yang ditawarkan secara daring mengindikasi adanya kegiatan pasar online.

Kegiatan yang melibatkan seluruh warga sekitar ini.

Mulai dikembangkan sejak Maret 2020 lalu.

"Mulanya sejak Maret 2020 lalu. Awalnya, penjualan dilakukan antar warga saja namun karena kurang efektif. Kami terus lakukan inovasi hingga akhirnya pada Agustus penjualan sudah dilakukan dengan memanfaatkan tiga platform digital yaitu instagram, facebook dan situs web," tuturnya.

Tiap platform penjualan digital diberi nama yang sama yaitu pasar kali online.

Warga Bantaran Sungai Code Gelar Bersih-bersih Sungai dan Tebar Bibit Ikan

Penjualan masih didominasi produk kuliner.

Untuk memesan secara daring, pembeli dapat mengikuti arahan yang sudah dijelaskan di masing-masing platform penjualan.

Kini, sudah ada 32 penjual yang bergabung untuk berjualan melalui PKO.

"Untuk berjualan di PKO, produk yang ditawarkan harus berbeda. Sehingga, tidak boleh berjualan dengan jenis produk yang sama. Agar tidak terjadi kecemburuan," ujarnya.

Tak hanya itu, produk yang dibeli bisa diantarkan langsung ke rumah pemesan.

Pengiriman dilakukan dengan dua metode yaitu penggunaan sepeda dan sepeda motor.

"Nantinya, produk yang sudah dibeli bisa diantar langsung ke rumah pelanggan. Untuk penggunaan sepeda biaya pengiriman sebesar Rp10 ribu untuk lokasi sekitar ringroad. Sedangkan, sepeda motor untuk lokasi yang sama, ongkos kirim hanya Rp3 ribu. Pengantarnya pun mandiri dari warga setempat juga," ujarnya.

Merti Sungai Code, Upaya Menjaga Lingkungan dan Kearifan Lokal

Ia menambahkan, warga setempat cukup terbantu untuk penjualannya.

Di mana satu orang penjual mampu menjual produknya hingga 24 porsi per hari.

Padahal, ketika hanya berjualan antar warga setempat produknya palingan hanya laku 3 porsi saja.

"Meskipun tak banyak, setidaknya mampu memutar perekonomian warga selama pandemi ini," terangnya.

Anang berharap dengan adanya media pasar online bisa membuat masyarakat lebih jeli dalam memanfaatkan teknologi khususnya warga di lingkungannya.

Rencananya kalau situasi sudah kondusif  PKO akan dibuka secara offline (luring).

Namun, sistem pemesanan masih secara online (daring).

"Jadi, pembeli dapat langsung datang ke lokasi untuk menikmati pemandangan kali Code. Nantinya juga disediakan musik dan sastra. Tetapi, untuk memesan makanan masih dilakukan secara online nanti akan dikoordinasi oleh warga setempat," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved