September masih dalam Musim Kemarau tapi Berpotensi Hujan, Ini Sebabnya

Dijelaskan prakirawan senior BMKG, Dr. Ida Pramuwardani ST MSi dalam akun resmi instagram @InfoBMKG, setidaknya ada tiga faktor yang menyebabkan masih

Editor: Ari Nugroho
pexels.com
Ilustrasi Hujan 

Papua bagian selatan

Hujan Ringan Diprediksi Guyur DIY, Waspada Gelombang Tinggi Laut Selatan

Ida berkata, curah hujan ini akan berangsur meningkat pada bulan Oktober, dan pada bulan November sebagian besar wilayah Indonesia kecuali Bali, NTB, NTT, Maluku bagian selatan dan Papua bagian selatan akan mengalami curah hujan bulanan yang tinggi.

"Kami juga menyampaikan imbauan kepada sobat BMKG agar tetap waspada terhadap potensi terjadinya hujan yang disertai kilat atau petir dan angin kencang yang berdurasi singkat," kata dia.

Terutama atau khususnya, kata Ida, untuk daerah dengan topografi berupa perbukitan dan pegunungan, karena di wilayah tersebut proses pengangkatan massa udara labil akan lebih mudah terbentuk.

Hal inilah yang pada akhirnya akan mengakibatkan atau menimbulkan potensi hujan, meskipun dalam periode musim kemarau.

Selain itu juga, BMKG mengingatkan kepada masyarakat yang tinggal di wilayah yang mudah terjadi kebakaran hutan untuk lebih waspada juga.

"Karena dalam periode ini di musim kemarau ini, potensi kebakaran hutan akan lebih mudah terjadi, misalnya wilayah di Nusa Tenggara Timur," ujarnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "September Kemarau tapi Masih Berpotensi Hujan, Begini Analisis BMKG"
Penulis : Ellyvon Pranita
Editor : Gloria Setyvani Putri

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved