Angka Laka Laut di DIY Meningkat Setiap Tahun, SAR Satlinmas Terkendala Minimnya Sarpras  

Angka Laka Laut di DIY Meningkat Setiap Tahun, SAR Satlinmas Terkendala Kekurangan Sarpras  

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna
Live Streaming Tribun Jogja bertajuk “Dukungan DPRD Kepada BPBD dan Satpol PP Dalam Penanganan Laka Laut”, Senin (24/8/2020). 

Namun, nelayan seringkali abai. Sedangkan, bagi wisatawan telah diberikan informasi yang menyebutkan dilarang berenang di pantai, namun juga tidak diindahkan.

“Rata-rata pengunjung tidak tahu karakter pantai selatan. Pantai selatan itu ganas, tidak ada satu pun yang mampu  menaklukkan ganasnya pantai selatan. Sudah ada informasi tidak boleh berenang di sepanjang pantai selatan,” bebernya.

 “Nelayan itu SOP-nya harus pakai pelampung. Tapi mereka enggak mau. Setiap minggu ada laporan nelayan yang tersapu ombak,” sambungnya.

Di sisi lain, menurut Noviar, personil SAR Satlinmas Istimewa tidak mungkin mengawasi satu per satu wisatawan karena keterbatasan personil.

Pada Sabtu-Minggu (22-23/8/2020) kemarin contohnya terdapat 27.000 pengunjung di pantai selatan DIY.

“Jika terjadi laka laut kami bagi menjadi tim darat dan tim laut. Selalu ada relawan yang membantu. Kami punya jetski dan kapal jungkung. Perahu karet tidak bisa dipakai untuk pantai selatan. Kapal jungkung kita sudah punya 7,” tandas Noviar. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved