Angka Laka Laut di DIY Meningkat Setiap Tahun, SAR Satlinmas Terkendala Minimnya Sarpras
Angka Laka Laut di DIY Meningkat Setiap Tahun, SAR Satlinmas Terkendala Kekurangan Sarpras
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
Namun, nelayan seringkali abai. Sedangkan, bagi wisatawan telah diberikan informasi yang menyebutkan dilarang berenang di pantai, namun juga tidak diindahkan.
“Rata-rata pengunjung tidak tahu karakter pantai selatan. Pantai selatan itu ganas, tidak ada satu pun yang mampu menaklukkan ganasnya pantai selatan. Sudah ada informasi tidak boleh berenang di sepanjang pantai selatan,” bebernya.
“Nelayan itu SOP-nya harus pakai pelampung. Tapi mereka enggak mau. Setiap minggu ada laporan nelayan yang tersapu ombak,” sambungnya.
Di sisi lain, menurut Noviar, personil SAR Satlinmas Istimewa tidak mungkin mengawasi satu per satu wisatawan karena keterbatasan personil.
Pada Sabtu-Minggu (22-23/8/2020) kemarin contohnya terdapat 27.000 pengunjung di pantai selatan DIY.
“Jika terjadi laka laut kami bagi menjadi tim darat dan tim laut. Selalu ada relawan yang membantu. Kami punya jetski dan kapal jungkung. Perahu karet tidak bisa dipakai untuk pantai selatan. Kapal jungkung kita sudah punya 7,” tandas Noviar. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)