Bantul

Taman Puspa Gading Tegaldowo Mulai Ramai Dikunjungi

Pengelola Taman Puspa Gading, Sugiran mengatakan, angka kunjungan pada hari biasa, dikisaran 100 - 200 pengunjung. Sedangkan pada libur akhir pekan at

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Destinasi wisata Taman Puspa Gading, di Tegaldowo, Bantul mulai ramai dikunjungi, setelah sebelumnya sempat libur akibat Pandemi. 

TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Sempat diliburkan hampir empat bulan karena terdampak pandemi Coronavirus Disease-2019 atau (COVID-19), kini objek wisata Taman Puspa Gading di Tegaldowo, Bantul perlahan mulai ramai dikunjungi wisatawan di masa adaptasi kebiasaan baru (AKB).

Pengelola Taman Puspa Gading, Sugiran mengatakan, angka kunjungan pada hari biasa, dikisaran 100 - 200 pengunjung. Sedangkan pada libur akhir pekan atau long weekend bisa mencapai 500an pengunjung.

"Setelah sempat libur pandemi, sekarang kunjungan sudah mulai banyak," kata dia.

Di masa kenormalan baru, pengelola menerapkan aturan protokol kesehatan.

Libur Panjang, Hanya Sebagian Bisnis Wisata Rasakan Geliatnya

Sugiran mengungkapkan, jumlah kunjungan saat ini memang masih jauh dibanding sebelum pandemi yang mencapai angka ribuan kunjungan dalam sehari.

Namun demikian, pihaknya tetap bersyukur, geliat ekonomi warga setempat sudah mulai berjalan.

Taman Puspa Gading berada di Dusun Tegaldowo, Desa Bantul, Kecamatan Bantul, Kabupaten Bantul.

Objek wisata yang menempati lahan seluas 7 hektar itu sangat pas sebagai destinasi liburan keluarga maupun pesepeda.

Lokasinya yang berada di pinggir sawah menyuguhkan panorama pemandangan hijau persawahan.

Objek wisata yang letaknya berada diperbatasan antara Kecamatan Bantul dengan Kecamatan Pajangan ini termasuk baru.

Sejarahnya bermula, dari berdirinya jembatan gantung Nawa Cita penghubung antara dusun Tegaldowo Bantul dengan Dusun Kembangputih, Guwosari Pajangan.

Jembatan bantuan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat itu diresmikan oleh pejabat Kementerian PUPR dan Anggota DPR RI HM Idham Samawi pada akhir 2018 silam.

Untuk sebuah akses penghubung kampung, jembatan gantung Nawa Cita yang membentang di atas sungai Bedog tersebut terlihat cukup ikonik. Tak heran, "sejak ada jembatan, banyak warga berswafoto, terutama pesepeda yang kebetulan melintas," ucap Sugiran.

Libur Tiga Bulan, Pemandu Wisata Keraton Yogyakarta Mulai Sibuk Layani Wisatawan

Tingginya animo masyarakat yang datang, akhirnya dimanfaatkan oleh warga setempat untuk menjajakan aneka kuliner.

Pihaknya bersama beberapa warga lainnya menilai lokasi sekitar jembatan memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi sebuah destinasi wisata.

Akhirnya, pada awal tahun 2019 warga sepakat untuk mulai melakukan penataan.

Bermula dari pembangunan taman.

Langkah ini berhasil.

Saat libur momen lebaran tahun 2019 pengunjung yang datang jumlahnya semakin banyak.

Tanaman yang ditanam oleh warga di lokasi awalnya adalah kelapa gading.

"Sehingga akhirnya dinamakan Tamam Puspa Gading," kata Sugiran, menceritakan.

Lambat laun, banyak warga yang peduli dan ikut menyumbangkan aneka tanaman dan bunga lain untuk ditanam.

Saat ini pengelolaan taman Puspa Gading adalah swadaya warga.

Wahana Wisata ATV Tawarkan Sensasi Petualangan Baru di Dusun Bronggang Sleman

Untuk mempercantik objek wisata, pengelola terus melakukan pengembangan.

Di antaranya dengan penambahan beberapa patung satwa yang cocok untuk berswafoto seperti patung kancil dan komodo.

Terdapat pula sejumlah wahana permainan untuk anak-anak, seperti kolam renang anak, wahana tangkap ikan, mandi bola, terapi ikan, mobil aki dam sebagainya.

Disana juga sudah terdapat gazebo untuk menikmati suasana pedesaan.

Ditambah pula dengan deretan warung-warung warga yang menjual aneka macam kuliner. Sugiran mengaku pengembangan sekarang masih belum selesai.

Kedepan, pihaknya mengaku ingin mengembangkan kampung Tegaldowo menjadi wahana edukasi anak.

Berupa bumi perkemahan, perpustakaan hingga edukasi pertanian, baik pertanian tradisional dan modern.

Bahkan, bersama dengan karangtaruna, dalam waktu dekat, pihaknya mengaku akan menambah fasilitas wahana outbound maupun flying Fox.

Terutama ditujukan bagi anak-anak sekolah. "Karena dari pihak sekolah sering menanyakan untuk lokasi outbound," ucap dia.

Lurah Desa Bantul, Supriyadi sebelumnya mengaku mendukung seandainya Kampung Tegaldowo ingin terus dikembangkan menjadi desa wisata.

Ia sendiri mengapresiasi langkah warga Tegaldowo yang dengan semangat gotong royong cepat menangkap peluang, adanya jembatan gantung Nawa Cita, menjadi destinasi wisata. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved