Bisnis
Libur Panjang, Hanya Sebagian Bisnis Wisata Rasakan Geliatnya
Geliat bisnis wisata di Yogyakarta pada libur panjang kali ini, ternyata tak seluruh pelaku bisa merasakan dampaknya.
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Geliat bisnis wisata di Yogyakarta pada libur panjang kali ini, ternyata tak seluruh pelaku bisa merasakan dampaknya.
Beberapa usaha seperti sektor perhotelan memang mengalami peningkatan khususnya pada okupansi hotel.
Satu diantaranya, The 101 Hotel Tugu Yogyakarta, di jalan Marga Utomo, kota Yogyakarta.
Asisten Direktur Sales The 101 Hotel, kota Yogya, Lutfiana Irmasari mengatakan, libur panjang pada peringatan hari kemerdekaan dan hari raya Islam, okupansi hotel mencapai 100 persen.
"Pada libur panjang ini, memang terjadi lonjakan yang cukup siginifikan. Terhitung pada 15- 22 Agustus 2020,tingkat hunian kamar (TPK) mencapai 100 persen, fully booked, dari total 150 kamar yang disediakan" jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Jumat (21/08/2020).
• Libur Tiga Bulan, Pemandu Wisata Keraton Yogyakarta Mulai Sibuk Layani Wisatawan
Sementara itu, lanjut Lutfiana, bila dibandingkan dengan Juli 2020 dengan Agustus 2020 ini. Persentase peningkatan okupansi mencapai 10 persen.
Perhitungannya, pada Juli 2020 tingkat keterisian kamar hanya 67 persen. Sedangkan, pada pertengahan Agustus 2020 terjadi kenaikan hingga 77 persen.
"Peningkatannya cukup tinggi. Jumlah okupansi hotel pada pertengahan Agustus ini sudah menjangkau capaian pada Juli lalu," ujarnya.
Pada libur panjang kali ini, tamu hotel didominasi dari rombongan keluarga yang berasal dari luar wilayah Yogyakarta.
"Mayoritas tamu rombongan keluarga. Ada juga sebagian dari komunitas seperti motor dan mobil. Meskipun, begitu peraturan protokol kesehatan tetap dijalankan," ujarnya.
Kebalikannya, sektor bisnis wisata yang bergerak pada bidang transportasi malah tak mencicipi geliat wisatawan pada libur panjang kali ini.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) DIY, Hantoro mengatakan, geliat pada libur panjang tak dirasakan pengusaha transportasi wisata.
• UPDATE 21 Agustus 2020: Sebaran Jumlah Kasus Baru Virus Corona, DKI Tertinggi, DIY Tambah 25 Orang
"Masih belum ada peningkatan permintaan, sepi. Sepanjang Agustus ini, masih terhitung 2 bus yang melakukan perjalanan wisata. Dari total 817 unit bus milik seluruh anggota Organda di DIY, itupun perjalanan wisata lokal daerah Yogyakarta " ujarnya.
Sementara itu, di tengah menurunnya permintaan bus pariwisata. Organda terus melakukan pembenahan dan koreksi terkait penerapan protokol kesehatan.
Penerapan protokol kesehatan pada perusahaan otobus terus digencarkan untuk menyambut wisatawan pada masa adaptasi baru nanti.
"Selalu kami lakukan evaluasi terhadap penerapan protokol kesehatan. Karena, sudah ada beberapa pesanan perjalanan wisata pada September 2020 nanti. Maka, saat ini kami tengah fokus untuk melengkapi semua kekurangan, harus maksimal," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-yogyakarta_20180911_145553.jpg)