Yogyakarta
Aktivitas Gunung Merapi Minggu Ini, Terjadi Pemendekan Jarak Tunjam 1 Cm
Dari amatan deformasi atau perubahan permukaan tubuh Gunung Merapi dilaporkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 1 cm dari pantauan menggunakan el
Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan hasil amatan aktivitas Gunung Merapi minggu ini (14–20 Agustus 2020).
Dari amatan deformasi atau perubahan permukaan tubuh Gunung Merapi dilaporkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 1 cm dari pantauan menggunakan electronic distance measurement (EDM).
“Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan EDM pada minggu ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 1 cm,” ujar Kepala BPPTKG, Hanik Humaida.
Hanik menjelaskan, jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,626 m hingga 4.044,641 m dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.858,952 m hingga 3.858,963 m. Baseline GPS Klatakan–Plawangan berkisar pada 6.164,06 m hingga 6.164,08 m.
• Deformasi Gunung Merapi 7-13 Agustus 2020, Kembali Ada Pemendekan Jarak Tunjam 2 Cm
Selain itu, pada minggu ini terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 30 mm/jam selama 160 menit di Pos Kaliurang pada 16 Agustus 2020.
“Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi,” imbuh Hanik.
Dari aktivitas kegempaan, minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 10 kali gempa Hembusan (DG), 7 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 72 kali gempa Fase Banyak (MP), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF), 21 kali gempa Guguran (RF), dan 17 kali gempa Tektonik (TT).
Hanik mengungkapkan, intensitas kegempaan pada minggu ini relatif sama dibandingkan minggu lalu.
Adapun secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut. Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.
“Tinggi asap maksimum 175 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada 17 Agustus 2020 pukul 10.15 WIB,” ungkap Hanik.
• Pendakian Merapi Ditutup, BTNGM Yogyakarta Perketat Pangawasan hingga 22 Agustus
Analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.
Volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 26 Juli 2020 sebesar 200.000 m3.
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, disimpulkan bahwa kubah lava saat ini dalam kondisi stabil.
Aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi dan ditetapkan dalam tingkat aktivitas waspada.