Yogyakarta

Deformasi Gunung Merapi 7-13 Agustus 2020, Kembali Ada Pemendekan Jarak Tunjam 2 Cm

BPPTKG melaporkan deformasi (perubahan bentuk permukaan tubuh) Gunung Merapi kembali mengalami pemendekan jarak tunjam sekitar 2 cm.

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
twitter BPPTKG
Visual Gunung Merapi yang dipantau dari PGM jrakah pada Senin (3/8/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) melaporkan deformasi (perubahan bentuk permukaan tubuh) Gunung Merapi kembali mengalami pemendekan jarak tunjam sekitar 2 cm.

Hal tersebut disampaikan Kepala BPPTKG, Hanik Humaida melalui periode amatan Gunung Merapi 7-13 Agustus 2020.

“Deformasi Gunung Merapi yang dipantau dengan menggunakan electronic distance measurement (EDM) pada minggu ini menunjukkan adanya pemendekan jarak tunjam sekitar 2 cm,” ujar Hanik beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, jarak tunjam EDM di sektor barat laut dari titik tetap BAB ke reflektor RB1 berkisar pada jarak 4.044,640m hingga 4.044,657m dan dari BAB ke reflektor RB2 pada kisaran 3.858,962 m hingga 3.858,974 m. Baseline GPS Klatakan-Plawangan berkisar pada 6.164,06 m hingga 6.164,07 m.

Pendakian Merapi Ditutup, BTNGM Yogyakarta Perketat Pangawasan hingga 22 Agustus

Dalam minggu ini kegempaan Gunung Merapi tercatat 9 kali gempa Hembusan (DG), 8 kali gempa Vulkanik Dangkal (VTB), 69 kali gempa Fase Banyak (MP), 2 kali gempa Low Frekuensi (LF), 38 kali gempa Guguran (RF), dan 14 kali gempa Tektonik (TT). 

"Intensitas kegempaan pada minggu ini relatif sama dibandingkan minggu lalu," tutur Hanik.

Ia menambahkan, analisis morfologi area kawah berdasarkan foto dari sektor tenggara tidak menunjukkan adanya perubahan morfologi kubah.

Sementara, volume kubah lava berdasarkan pengukuran menggunakan foto udara dengan drone pada 26 Juli 2020 sebesar 200.000 m3.

Secara visual, cuaca di sekitar Gunung Merapi umumnya cerah pada pagi dan malam hari, sedangkan siang hingga sore hari berkabut.

Asap berwarna putih, ketebalan tipis hingga tebal dengan tekanan lemah.

“Tinggi asap maksimum 200 m teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Selo pada 7 Agustus 2020 pukul 17.45 WIB,” ungkap Hanik.

Pada minggu ini, lanjutnya, terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dengan intensitas curah hujan tertinggi sebesar 31 mm/jam selama 165 menit di Pos Kaliurang pada 11 Agustus 2020.

Tidak dilaporkan terjadi lahar maupun penambahan aliran di sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi.

Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, Hanik menyimpulkan kubah lava saat ini dalam kondisi stabil. 

Aktivitas Gunung Merapi Kembali Menurun

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved