Sleman

Bupati Sleman Sesalkan Aksi Klitih yang Kembali Terjadi

Tragedi penganiayaan tanpa kejelasan motif yang menimpa Agung Setyobudi di flyover Jombor, Jumat (21/8/2020) dini hari tadi disesalkan oleh Bupati Sle

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Bupati Sleman, Sri Purnomo 

Laporan Reporter Tribun Jogja Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tragedi penganiayaan tanpa kejelasan motif yang menimpa Agung Setyobudi di flyover Jombor, Jumat (21/8/2020) dini hari tadi disesalkan oleh Bupati Sleman Sri Purnomo.

Agung merupakan korban aksi klitih, yang selama ini aksi tersebut meresahkan warga masyarakat. Sri Purnomo pun menyadari jika pelaku Klitih kini mulai kambuh.

Berbagai upaya sebetulnya sudah ditempuh Pemkab Sleman untuk mencegah aksi serupa kembali terulang.

"Kalau sayembara untuk menangkap pelaku Klitih masih belum. Ya kami hanya lakukan pengamanan di beberapa titik rawan. Petugas Satpol PP dan kepolisian juga kami siagakan dan patroli," katanya kepada Tribunjogja.com, Jumat (21/8/2020).

Dukung Belajar Jarak Jauh, Pemkab Sleman Luncurkan Kanal YouTube Sembada Belajar

Ia mengatakan, upaya peningkatan pengamanan sudah dilakukan.

Hanya saja, dirinya juga perlu kerja sama dengan para orang tua.

"Saya minta para orang tua tetap mengontrol anaknya. Jangan sampai anak-anak keluar tanpa ada kontrol orang tua," tegas dia.

Sri Purnomo merasakan jika pelaku Klitih mulai kembali kambuh.

Secara Sosiologi, pelaku Klitih berharap mendapat perhatian dan pengakuan atas kekerasan yang dilakukan terhadap seseorang.

Sebetulnya, lanjut Sri Purnomo, jika betul motif Klitih seorang anak adalah memburu pengakuan, Pemkab Sleman sudah menyediakan panggung berupa Pekan Olahraga Daerah (Porda)

"Kan sudah itu lewat Porda. Kejuaraan Karate dan bela diri lain, serta bidang olahraga lain kami sediakan," tegas dia.

Ia menegaskan, Pemkab Sleman sudah menyiapkan lapangan olahraga yang berada di Sleman untuk digunakan sebagai tempat pembinaan dan kejuaraan.

Namun, pihaknya masih belum sepenuhnya yakin jika pelaku Klitih sebaiknya dibina untuk pengembangan diri.

Ada Klitih, Polda DIY Bakal Tingkatkan Pengamanan

"Lapangan-lapangan itu sudah ada. Kabupaten Sleman akan memulai nanti," ucapnya.

Untuk kebijakan lain, di wilayah Sleman diakuinya cukup banyak karyawan atau pekerja swasta yang banyak mendapat jam kerja hingga malam hari.

Terkait hal itu, dirinya mengupayakan supaya para pekerja tersebut mendapat pengamanan ketika hendak pulang dari tempat kerja.

Meski korban Klitih sendiri tidak dapat dipastikan dari kalangan mana.

"Ya itu nanti kami upayakan. Bagaimana caranya para pekerja ini pulang dengan mendapat pengamanan," pungkasnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved