Percepat Deteksi Virus Corona, Pemkab Sleman Beli Alat Swab Mandiri
Percepat Deteksi Virus Corona, Pemerintah Kabupaten Sleman Beli Alat Swab Mandiri
Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman bakal segera memiliki alat penguji swab sendiri.
Ditargetkan, alat uji swab tersebut sudah dimiliki pada akhir Agustus ini.
Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan rencana pembelian alat uji swab saat ini masih dalam proses pengadaan.
Anggaran yang digunakan untuk pengadaan adalah APBD perubahan. Anggaran pengadaan tersebut telah disampaikan pada Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Alat secepatnya, kami sudah sampaikan ke gubernur. Untuk pengadaan semua langsung diserahkan ke Dinas Kesehatan Sleman. Saya tidak masuk dalam pengadaanya, langsung ke Dinkes Sleman, karena yang tahu kebutuhannya,"katanya, Kamis (20/08/2020).
Terpisah, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan dalam upaya pengadaan, pihaknya berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sleman.
• UPDATE Terbaru Virus Corona di Jawa Timur, Surabaya Tambah 125 Pasien, Sidoarjo 53 dan Gresik 23
Tujuan pengadaan alat uji swab adalah agar hasil uji swab lebih cepat diketahui, apalagi penambahan kasus terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Sleman masih tinggi.
"Sudah banyak penawaran yang masuk pada kami. Kami masih memilih yang tepat, karena kami punya syarat-syarat. Syarat pertama adalah barangnya sudah ada dulu. Beberapa penawaran harus menunggu, padahal alat ini harus segera didapatkan,"ungkapnya.
"Selain itu syarat yang kami sampaikan adalah hasil bisa diketahui satu hari. Lalu pihak penyedia juga harus mengurus izin ke Kementerian Kesehatan atau Badan Nasisonal Penanggulangan Bencana. Itu masuk dalam satu paket, sehingga kami bisa langsung memanfaatkan,"sambungnya.
Ia menerangkan alat tersebut semula akan ditempatkan di Labkesda Sleman. Namun karena membutuhkan supervisor patologi klinik, maka alat uji swab akan diletakkan di RSUD Sleman.
"Rencana kami akan membeli dua alat, harganya Rp575juta, tetapi Reagen tidak ada. Akhirnya kami putuskan untuk membeli satu alat, tetapi reagen sudah ada sekitar 1.000,"terangnya. (Tribunjogja/Christi Mahatma Wardhani)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/proses-uji-swab-massal-di-ponpes.jpg)