Jawa

Disdik Klaten Masih Menyiapkan Skema Sistem Pembelajaran Tatap Muka

Disdik Kabupaten Klaten masih menyiapkan skema sistem pembelajaran tatap muka di masa pandemi bagi siswa-siswi yang ada di daerah tersebut agar bisa

Penulis: Almurfi Syofyan | Editor: Ari Nugroho
Dokumentasi Pemkab Klaten
Kepala Dinas Pendidikan Klaten Wardani Sugiyanto 

TRIBUNJOGJA.COM, KLATEN - Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Klaten masih menyiapkan skema sistem pembelajaran tatap muka di masa pandemi bagi siswa-siswi yang ada di daerah tersebut agar bisa masuk sekolah kembali.

Hal itu, juga selaras dengan kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) yang memperbolehkan sekolah tatap muka dilaksanakan bagi daerah berstatus zona hijau dan kuning.

Di Klaten sendiri, sistem pembelajaran tatap muka di masa pandemi direncanakan akan dimulai pada 24 Agustus 2020 mendatang.

Hanya saja, skema pembelajaran itu belum final karena masih memperhatikan monitoring, evaluasi dan beberapa aspek lainnya, terutama faktor kesehatan dan keselamatan siswa-siswi saat belajar tatap muka.

Di Klaten, Robot Laksanakan Upacara Bendera Peringati HUT Ke-75 RI

"Iya, ini baru skenario, untuk sekolah (tatap muka) mulai 24 Agustus. Sebab kita tunggu hasil monev (monitoring evaluasi-red) dan kesiapan sekolah terlebih dahulu," ujar Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyanto pada Tribunjogja com, Jumat (14/8/2020).

Sebagaimana diketahui, hingga saat ini, proses belajar mengajar di Kabupaten Klaten masih menerapkan pembelajaran jarak jauh (PJJ) sejak Maret 2020 lalu.

Disisi lain, lanjut Wardani, pihaknya saat ini Juga masih memantau perkembangan dari pandemi Covid-19 di Kabupaten Bersinar.

Hal itu ia lakukan karena ingin memastikan keamanan dan kesehatan siswa-siswi dan para guru saat pembelajaran tatap muka.

Selanjutnya, kata dia, pihaknya juga sedang melaksanakan pemeriksaan kelayakan ke sekolah-sekolah untuk menggelar pembelajaran tatap muka itu.

"Masih proses pemeriksaan kelayakan satuan pendidikan. Sambil nunggu klaten benar-benar aman. Masalah keselamatan dan kesehatan siswa itu yang diutamakan dulu," imbuhnya.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved