Breaking News:

Yogyakarta

WMP Yogyakarta Perlu Melepas 60 Persen Populasi Nyamuk Ber-Wolbachia untuk Berantas DBD

World Mosquito Program (WMP) Yogyakarta telah mengembangkan teknologi nyamuk ber-Wolbachia sejak 2011 di DIY. Program ini dilakukan dalam upaya member

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Entomology Team Leader WMP Yogyakarta, Warsito Tantowijoyo dalam Webinar Festival Inovasi Wolbachia sesi 1, Rabu (12/8/2020) 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAWorld Mosquito Program (WMP) Yogyakarta telah mengembangkan teknologi nyamuk ber-Wolbachia sejak 2011 di DIY. Program ini dilakukan dalam upaya memberantas endemi demam berdarah dengue (DBD).

Entomology Team Leader WMP Yogyakarta, Warsito Tantowijoyo mengatakan setidaknya perlu dilepaskan nyamuk ber-Wolbachia di alam hingga populasinya mencapai 60 persen dibanding nyamuk tidak ber-Wolbachia.

“Kami sebarkan nyamuk ber-Wolbachia sampai 60 persen kemudian kita tinggal. Setelah itu baru ia akan berkembang sendiri hingga hampir 100 persen nyamuk jadi ber-Wolbachia secara alamiah,” ujar Warsito dalam Webinar Festival Inovasi Wolbachia sesi 1 bertajuk ‘Teknologi Wolbachia dan Penelitian WMP Yogyakarta’, Rabu (12/8/2020).

Cara Sederhana Membedakan Bintik Merah Akibat Gigitan Nyamuk atau Pendarahan DBD

Warsito menerangkan, Wolbachia adalah bakteri alamiah yang terdapat di banyak serangga di sekitar kita.

Penelitian WMP Yogyakarta menunjukkan 40-50 persen serangga di sekitar kita memiliki bakteri Wolbachia di dalam tubuhnya, tetapi Wolbachia tidak terdapat di dalam nyamuk Aedes Aegypti.

“Wolbachia diinjeksi kepada telur nyamuk aedes aegypti, dengan begitu bisa menyebabkan umur nyamuk yang mengandung Wolbachia akan menurun separuhnya, sehingga peluang mereka mentransmisikan virus dengue menjadi berkurang,” tutur Warsito.

Ia menjelaskan, mikroinjeksi membutuhkan waktu 10 tahun baru berhasil.

Dari sekian ribu telur yang berhasil hanya 2 telur.

Namun, ketika telah didapatkan satu telur yang positif Wolbachia hingga dewasa dan itu betina, maka hal itu sudah cukup.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved