UPDATE Terbaru Uji Klinis Vaksin Virus Corona dari China dan Pengembangan Vaksin Lokal
UPDATE Terbaru Uji Klinis Vaksin Virus Corona dari China dan Pengembangan Vaksin Lokal
"Diperkirakan selesai bulan Januari 2021.
Selesai uji klinis, baru kita lanjut ajukan izin edarnya ke BPOM," ujar Bambang.
"Mudah-mudahan Maret 2021 sudah bisa diproduksi secara massal," kata Bambang.
Jika masuk tahap produksi, PT Bio Farma bisa memproduksi sebanyak 250 juta dosis vaksin Covid-19 per tahun.
"Kapasitas kami bisa produksi 250 juta dosis per tahun, tetapi kan ini fase tiganya belum selesai, cuma secara paralel kami memang siapkan 250 juta dosis tadi," kata Bambang.
Adapun, bahan aktif yang digunakan untuk membuat vaksin Covid-19 belum tersedia di Indonesia dan sepenuhnya akan disuplai oleh Sinovac dari China, kemudian diformulasikan di Indonesia.
Menurut Bambang, Sinovac memastikan akan memenuhi berapa pun kebutuhan yang diminta oleh Indonesia.
"Sejauh ini pembicaraan kami dengan Sinovac, mereka akan menjamin kebutuhan bahan aktif tadi," papar Bambang.
• BP JAMSOSTEK Kumpulkan Rekening Peserta untuk Program Bantuan Subsidi Upah
Vaksin lokal
Mengenai perkembangan calon vaksin lokal, Bambang mengatakan, pembuatan vaksin lokal dilakukan oleh konsorsium yang melibatkan banyak pihak, seperti Eijkman, LIPI, dan Litbangkes Kemenkes.
"Untuk vaksin lokal, kita masih tunggu, kan bentuknya dalam konsorsium vaksin covid yang bekerja sama dengan Eijkman, LIPI, dengan Litbangkes dan beberapa perguruan tinggi dipimpin oleh Eijkman. Kita masih menunggu kandidat atau prototype vaksin," kata Bambang.
Oleh karena itu, saat ini ruang lingkup perkembangan vaksin lokal masih dipegang oleh lembaga Eijkman.
Bambang mengatakan, prototype vaksin lokal tersebut diperkirakan akan diserahkan ke Bio Farma pada Februari atau Maret 2022.
"Lalu kemudian dari Bio Farma akan dilakukan uji klinis dan tahap-tahap lainnya seperti vaksin Sinovac ini," kata Bambang.
21 Relawan Disuntik Vaksin Sinovac