Update Corona di DI Yogyakarta

Dampak Pandemi Covid-19, Program Bantuan Asuransi Nelayan di DIY Ditiadakan

Program bantuan asuransi bagi nelayan terpaksa dihentikan lantaran semua anggaran difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Penulis: Miftahul Huda | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Miftahul Huda
Dislautkan DIY 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Selama masa pandemi Covid-19 kali ini, program bantuan asuransi bagi nelayan di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dicabut.

Hal itu menyesuaikan realokasi anggaran untuk penanganan Covid-19 yang diinstruksikan pemerintah pusat.

Kabid Perikanan Tangkap Disluatkan DIY Catur Nur Alim, menyampaikan program tersebut terpaksa dihentikan lantaran semua anggaran difokuskan untuk penanganan Covid-19.

Diperkirakan untuk tahun ini pihaknya tidak menyelenggarakan bantuan asuransi bagi nelayan di DIY. 

850 Nelayan di DIY Ditargetkan Masuk Asuransi Keselamatan

"Pemda pun tidak ada program. Ya sudah dialokasikan ke penanganan Covid-19," katanya, saat ditemui Tribunjogja.com, Kamis (13/8/2020)

Pria yang akrab disapa Catur ini menambahkan, sebagai upaya penekanan pekerja nelayan, pihaknya mendesak agar pemilik kapal supaya mendaftarkan para Anak Buah Kapal (ABK) untuk diasuransikan secara mandiri.

Hal itu lantaran program bantuan asuransi bagi nelayan kecil dari pemerintah telah dicabut.

"Untuk para pemilik kapal di atas 30 GT (gross ton) supaya mengasuransikan ABK nya. Karena program dari pemerintah sudah tidak ada, terfokus untuk penanganan Covid-19," imbuh dia.

Secara kondisi, dampak penghasilan bidang perikanan di massa pandemi Covid-19 sama sekali tidak terpengaruh.

Namun, yang menjadi pekerjaan rumah saat ini, banyak para pemilik kapal yang belum memberikan jaminan keselamatan bagi para ABK.

Gelombang Laut Tinggi, Nelayan di Pesisir Selatan Gunungkidul Evakuasi Perahu

Menurutnya ada beberapa sebab. Pertama, pemilik kapal masih memikirkam untung-rugi terkait pemberian asuransi kepada ABK.

Kedua, perusahaan jasa asuransi swasta masih sedikit ditemui di DIY. Hal itu lantaran pihak penyedia jasa asuransi merasa was-was jika terjadi korban laka laut.

"Karena kalau di laut kan jasadnya lebih sering hilang atau hanyut. Ya untuk klaimnya kan jadinya susah, sehingga jarang mereka mau membuka asuransi untuk nelayan," urainya.

Catur masih belum menentukan, kapan asuransi nelayan ini dapat kembali diberlakukan.

Mengingat masih ditemukan nelayan di DIY yang belum tercover asuransi. (TRIBUNJOGJA.COM)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved