Breaking News:

asuransi

Bisnis Asuransi Jiwa Ikut Terdampak Pandemi

Pendapatan premi asuransi jiwa hingga Juni 2020 sebesar Rp 79,42 triliun atau turun 7,26 persen dibanding tahun lalu sebesar Rp 85.64 triliun

Editor: Victor Mahrizal
Bisnis Asuransi Jiwa Ikut Terdampak Pandemi
TRIBUNJOGJA.COM/IWAN AL KHASNI
Kantor Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera, di Jalan Sudirman, Yogyakarta.

TRIBUNJOGJA.COM – Pandemi Covid-19 juga berdampak pada bisnis asuransi jiwa. Pendapatan premi asuransi jiwa hingga Juni 2020 sebesar Rp 79,42 triliun atau turun 7,26 persen year on year dibanding Juni tahun lalu sebesar Rp 85.64 triliun.

Menurut Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), penurunan ini wajar terjadi lantaran semua bisnis sektor keuangan juga mengalami dampak. Karena itu, industri asuransi jiwa membutuhkan banyak stimulus, seperti yang disampaikan Togar Pasaribu, Direktur Eksekutif AAJI.

“Kami di industri sudah minta beberapa stimulus ke OJK, sebagian besar sudah diberikan. Mungkin yang belum itu masalah iuran OJK. Kalau boleh tahun ini dihilangkan atau diturunkan dulu,” kata Togar, seperti dilansir Kontan.

Togar juga menyebut stimulus mengenai kewajiban membayar pajak juga sudah diberikan oleh pemerintah, baik secara langsung mau pun tidak langsung. Misalnya, PPh 21 untuk karyawan berpenghasilan di bawah Rp 200 juta setahun.

“Namun sayangnya tidak diberikan stimulus PPh 25 bagi asuransi jiwa, padahal asuransi syariah diberikan. Kami pernah mengusulkan agar masyarakat yang beli polis asuransi jiwa, diberikan insentif pajak. Jadi sekian persen dari premi dimasukkan dalam penghasilan tidak kena pajak (PTKP),” katanya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved