Bantul

Kemarau, DPPKP Bantul Belum Terima Laporan Lahan Pertanian Alami Kekeringan

DPPKP Bantul memastikan memasuki awal musim kemarau saat ini belum berdampak signifikan bagi petani di Bumi Projotamansari.

Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
Berita Bantul 

TRIBUNJOGJA.COM,BANTUL - Dinas Pertanian, Pangan, Kelautan dan Perikanan (DPPKP) Bantul memastikan memasuki awal musim kemarau saat ini belum berdampak signifikan bagi petani di Bumi Projotamansari.

Pasalnya, hingga saat ini belum ada laporan mengenai kekeringan, baik yang terjadi disektor pertanian maupun perikanan. 

"Belum ada laporan kepada kami mengenai kesulitan air. Baik dipertanian maupun perikanan. Semua aman," kata Kepala DPPKP Bantul, Yus Warseno, Rabu (5/8/2020). 

Ia mengatakan, pihaknya sudah bertemu dengan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Dalam pertemuan tersebut, kata dia, disebutkan bahwa kemarau tahun ini untuk wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) cenderung lebih basah.

Awal Kemarau, 1 Dusun di Bantul yang Mulai Kekeringan Minta Dropping Air Bersih

Justru menurutnya sangat menguntungkan bagi petani karena musim kemarau dimungkinkan masih ada curah hujan, meskipun dengan intensitas rendah. 

"Jadi di Bantul belum terdeteksi dampak kemarau. Sekarang (petani) malah pada nanem semua," kata dia. 

Pihaknya mengimbau kepada petani di Bantul agar segera melapor apabila memang terjadi permasalahan di lapangan.

Kaitannya persoalan kekeringan maupun hama, seperti tikus, jamur maupun penyakit tanaman lainnya.

Ia mengatakan sudah ada tim gerdal atau gerakan pengendalian tanaman yang siap datang jika ada laporan.  

"Kami akan datang ke lokasi untuk melakukan operasi," ucap dia.

Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Yogyakarta memprediksi tahun ini musim kemarau cenderung berlangsung lebih basah, ketimbang tahun lalu.

Unik, Lemari Makan Gratis Ajak Warga Jogja Berbagi di Tengah Pandemi Covid-19

Artinya, sampai menjelang puncak kemarau di Bulan Agustus, diperkirakan masih akan ada hujan.

Namun dengan intensitas yang lebih rendah. 

Dalam satu dasarian atau sepuluh hari, hujan yang turun kurang dari 50 milimeter.

Bahkan, dalam tiga dasarian, bisa kurang dari 150 milimeter.

Sebab itu, untuk para petani diminta lebih bijak dalam mengolah sawah dan menanam pertanian

Area persawahan yang ada irigasi tetap, bisa melakukan tanam padi.

Tetapi untuk daerah yang irigasinya mengandalkan hujan diimbau menanam palawija. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved