Perbedaan Diabetes Melitus dan Diabetes Insipidus : Berbeda Meski Nama Hampir Sama

Diabetes Melitus dan Diabetes Insipidus memang memiliki kesamaan istilah atau nama. Akan tetapi, keduanya sebenarnya tidak sama

Penulis: Mona Kriesdinar | Editor: Mona Kriesdinar
tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUNJOGJA.COM - Diabetes Melitus dan Diabetes Insipidus memang memiliki kesamaan istilah atau nama. Akan tetapi, keduanya sebenarnya tidak sama. Baik itu mengenai gejalanya, efeknya, hingga pada tata cara perawatannya.

Melansir National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases, Diabetes Insipidus adalah kelainan langka yang terjadi ketika ginjal seseorang mengeluarkan volume urin yang besar dan abnormal yang encer dan tidak berbau.

Pada kebanyakan orang, ginjal mengeluarkan sekitar 1 hingga 2 liter urin sehari.

Daftar Gejala Nefropati Diabetik, Penyakit Diabetes yang Akhirnya Merusak Fungsi Ginjal

Sementara pada penderita diabetes insipidus, ginjal dapat mengeluarkan 3 hingga 20 liter urin sehari.

Akibatnya, orang dengan diabetes insipidus mungkin merasakan kebutuhan untuk minum banyak cairan.

Diabetes insipidus dan diabetes mellitus (diabetes tipe 1 dan tipe 2) ini sebenarnya tidak berhubungan.

Meskipun kedua kondisi tersebut memang sering menyebabkan buang air kecil dan haus yang terus-menerus.

Diabetes mellitus menyebabkan glukosa darah tinggi, atau gula darah, akibat ketidakmampuan tubuh untuk menggunakan glukosa darah untuk energi.

Manfaat di Balik Pahitnya Rasa Pare untuk Kesehatan, Tingkatkan Imun hingga Pengobatan Diabetes

Adapun orang dengan diabetes insipidus memiliki kadar glukosa darah normal; Namun, ginjal mereka tidak dapat menyeimbangkan cairan dalam tubuh.

Beberapa komplikasi Diabetes Insipidus disebabkan terjadinya dehidrasi karena hilangnya cairan tubuh lebih banyak, sementara asupan cairan lebih sedikit. Gejala-gejalanya meliputi ;

- Rasa haus ekstrem
- Kulit kering
- Lemah dan letih
- Pusing
- Kebingungan
- Mual

Tips Mengurangi Konsumsi Makanan Manis, Penting untuk Mencegah Diabetes

Adapun dehidrasi parah dapat menyebabkan kejang, kerusakan otak permanen, dan bahkan kematian.

Apa yang terjadi dengan tubuh ketika mengidap kelainan diabetes insipidus?

Diabetes insipidus terjadi ketika tubuh Anda tidak dapat menyeimbangkan kadar cairan tubuh dengan baik.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved