Jumlah Kasus Baru Covid-19 di DIY Masih Naik-Turun, Sri Sultan HB : Mungkin Nggak Ada Peaknya

Menurut Sri Sultan, perilaku masyarakat sangat menentukan tinggi rendahnya jumlah kasus baru setiap harinya.

Penulis: Kurniatul Hidayah | Editor: Muhammad Fatoni
Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Kasus baru terkonfirmasi positif Covid-19 di DIY tiap harinya masih fluktuatif alias naik turun.

Bahkan, pada akhir pekan lalu jumlah kasus baru Covid-19 di DIY mencatatkan rekor tertinggi, yakni 67 orang. 

Terkait hal tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X, angkat bicara.

Menurut Sri Sultan, perilaku masyarakat sangat menentukan tinggi rendahnya jumlah kasus baru setiap harinya.

"Itu tergantung masyarakat sendiri. Saya kan nggak bisa apa-apa. Untuk jaga diri, kesadaran dan disiplinnya masyarakat sendiri. Makanya saya mengatakan Korona obate paling murah ora usah ngombe obat cukup nang omah kan mesti sehat. Tapi justru di rumah saja yang (membuat) gelisah," bebernya ditemui di Kompleks Kepatihan, Senin (3/8/2020).

BREAKING NEWS : Satu Lagi Tenaga Teknis Pemkot Kota Yogyakarta yang Terpapar Covid-19

Didominasi OTG, Pemkab Sleman Kembali Manfaatkan Asrama Haji untuk Isolasi

Ia mengatakan bahwa yang bisa dilakukan pihaknya yakni secepatnya menangani kasus yang muncul agar tidak terlanjur saling tukar di masyarakat atau transmisi lokal.

"Kecenderungannya keluar dari Yogya, pulang bawa penyakit. Itu yang kita atasi agar tidak makin mempersulit. Ya rata-rata menjadi klaster kita kan masih menunggu, ini kita tangani, kita masih menunggu kehadiran mahasiswa dan anak anak sekolah. jadi risiko-risiko itu kan gede banget," ucapnya.

Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X
Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X (Tribun Jogja/ Kurniatul Hidayah)

Ia pun mengatakan bahwa keinginannya saat pembelajaran sudah dapat dimulai seperti dulu dengan tatap muka, maka yang dilakukan yakni membuka pembelajaran tatap muka dari kampus dan secara berjenjang ke bawah hingga tingkat PAUD untuk meminimalisasi risiko penularan.

"Tapi kalau kondisi, kita nggak akan tahu ya. Mungkin Korona ini nggak ada peak-nya. Naik  terus turun itu mungkin nggak ada. Mungkin ya begini terus karena nggak ada obatnya. Jadi mungkin Korona tahun depan masih ada, tahun depannya lagi masih ada," ucapnya.

Sultan mengatakan, bahwa penanganan Covid-19 hampir sama dengan penyakit besar lain misalkan Demam Berdarah (DB).

"Kita harus beradaptasi dengan penyakit yang baru karena korban DB juga besar tapi itu dianggap proses sakit sama yang lain, flu dan sebagainya. Mungkin Korona nggak ada yang akan naik lalu turun. Mungkin ya naik turun naik turun begini," bebernya.

Status Tanggap Darurat

Sri Sultan HB X juga menyinggung bahwa dirinya belum tahu akan mengakhiri masa tanggap darurat pada kapan persisnya.

"Mungkin sampai kesadaran kita bersama, ya udah tidak perlu diperpanjang (masa tanggap darurat) karena memang wah saya kena Korona ya udah sana masuk rumah sakit, berobat, sudah selesai. Podo karo (sama seperti) DB, flu, sama aja," ungkapnya.

UPDATE Penambahan Virus Corona di Indonesia 3 Agustus 2020, Kasus Positif Covid-19 Kini Jadi 113.134

Satgas Covid-19 di Sleman Lakukan Tracing Setelah Seorang Bidan Dinyatakan Positif

Raja Keraton Yogyakarta tersebut mengatakan selama masyarakat bergaul dan tidak mau mengenkaan masker, abai jaga jarak, dan melamggar berbagai protokol kesehatan yang lain maka kasus Covid-19 masih akan naik turun.

"Ya mungkin fluktuatif saja. Kita nggak pernah tahu fluktuatif sampai kapan. Apakah sampai obat dibikin atau sampai apa kita nggak tahu. Mosok tahunan akan darurat terus, kan juga nggak bisa. Tapi kan otomatis untuk sakit karena Korona tidak akan habis," urainya.

"Kita bisanya hanya memfasilitasi, menyediakan obat, dan sebagainya. Bagaimana untuk mengatasi itu paling sedikit. Kalau kena Covid-19 ringan saja, tidak ada yanh berat sehingga ventilator tidak perlu, tidak bermanfaat. Semoga saja kita juga turun (kasusnya)," tutup Sultan. (*)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved