Update Corona di DI Yogyakarta

Didominasi OTG, Pemkab Sleman Kembali Manfaatkan Asrama Haji untuk Isolasi

Pemerintah Kabupaten Sleman memanfaatkan kembali Asrama Haji untuk isolasi.

Penulis: Christi Mahatma Wardhani | Editor: Gaya Lufityanti
TRIBUNJOGJA.COM / Christi Mahatma Wardhani
Bupati Sleman, Sri Purnomo (kanan) didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo (kiri) memberikan keterangan pada media di Pendapa Parasamya Sleman, Senin (03/08/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Christi Mahatma Wardhani

TRIBUNJOGJA.COM. SLEMAN - Pemerintah Kabupaten Sleman memanfaatkan kembali Asrama Haji untuk isolasi. 

Bupati Sleman, Sri Purnomo mengatakan sebelumnya Asrama Haji digunakan untuk isolasi warga Sleman yang reaktif rapid tes.

Namun saat ini digunakan untuk isolasi pasien positif asimtomatik atau yang biasa disebut orang tanpa gejala (OTG).

"Asrama haji akan digunakan lagi. Kalau dulu positif langsung dirujuk, sekarang kalau tidak ada gejala menginap di asrama haji. Tetapi kalau nanti ada gejala baru dirujuk (ke rumah sakit rujukan),"katanya kepada wartawan di Pendapa Parasamya Sleman, Senin (03/08/2020).

BREAKING NEWS : Nakes Postif COVID-19, Puskemas Depok 1 Tutup hingga Selasa

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman, Joko Hastaryo mengungkapkan kasus COVID-19 di Kabupaten Sleman memang didominasi oleh positif asimtomatik. 

Ia mencatat,ada 132 pasien positif COVID-19, 117 di antaranya tanpa gejala, sedangkan 8 lainnya memiliki gejala berat atau berasal dari pasien dalam pengawasan (PDP), dan 7 sisanya memiliki gejala ringan. 

"Data per 1 Agustus ada 132 dirawat di rumah sakit rujukan. Kasus di Sleman didominasi OTG, sekitar 88,9 persen," ungkapnya.

Menurut pedoman dadi Kementerian Kesehatan, pasien asimtomatik bisa melakukan isolasi mandiri di rumah selama 14 hari.

Namun pihaknya tidak mau mengambil risiko, untuk itu pasien asimtomatik harus menjalani isolasi di Asrama Haji.

Satgas Covid-19 di Sleman Lakukan Tracing Setelah Seorang Bidan Dinyatakan Positif

"Yang menjadi pertimbangan kami adalah kedisiplinan masyarakat. Memang menurut pedoman boleh isolasi mandiri di rumah, tetapi kami tidak mau ambil resiko. Jadi kami harapkan untuk isolasi di asrama haji, kalau gejala lebih berat baru dirujuk ke rumah sakit,"ungkapnya. 

Ia menambahkan pemanfaatan kembali Asrama Haji juga berkiatan dengan kapasitas rumah sakit rujukan yang mulai penuh.

Kapasitas ruang isolasi di rumah sakit rujukan Sleman adalah 117, sedangkan saat ini sudah ada 105 pasien yang dirawat.

Terkait kapasitas, Joko menyebut Asrama Haji dapat menampung 130 pasien.

Saat ini sudah ada 20 pasien yang menjalani isolasi di Arama Haji. (TRIBUNJOGJA.COM)

Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved