Gunungkidul

Komunitas Plester DIY Sumbangkan 5 Hewan Kurban ke Wilayah Gunungkidul

Komunitas Plester DIY berinisiatif memberikan sumbangan hewan kurban ke sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

Penulis: Alexander Aprita | Editor: Ari Nugroho
Istimewa
Hewan kurban yang disumbangkan Komunitas Plester DIY ke salah satu lokasi di Gunungkidul beberapa waktu lalu 

Laporan Reporter Tribun Jogja Alexander Ermando

TRIBUNJOGJA.COM, GUNUNGKIDUL - Komunitas Plester DIY berinisiatif memberikan sumbangan hewan kurban ke sejumlah wilayah di Kabupaten Gunungkidul.

Penyalurannya dilakukan jelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah pada 31 Juli lalu.

Ketua Umum Komunitas Plester DIY Ganda Himawan menyampaikan pembagian hewan kurban tersebut merupakan hasil donasi dari seluruh anggota.

"Terdapat 5 ekor kambing yang kami sumbangkan sebagai hewan kurban ke Gunungkidul," kata Ganda lewat keterangannya pada Minggu (02/08/2020).

Tiap hewan kurban disalurkan ke 5 titik.

Kelimanya antara lain Pedukuhan Serut di Gedangsari, serta Pedukuhan Ngasem, Singkil, Klumpit, dan Gesing di Kapanewon Tepus.

Youtuber Ini Berulah, Bikin Prank Bungkusan Daging Kurban Berisi Sampah, Akhirnya Minta Maaf

Meski sedikit, Ganda berharap bantuan ini menjadi simbol bagi komunitas untuk menunjukkan rasa kepedulian.

Sumbangan ini juga menjadi refleksi dari tindakan komunitas, baik secara individual maupun kolektif.

"Lewat bantuan ini kami berharap situasi segera kembali normal dari pandemi COVID-19," jelas Ganda.

Plester sendiri merupakan komunitas kepemudaan yang berdiri sejak 1999.

Hingga saat ini, Komunitas Plester telah memiliki 14 koordinator wilayah di seluruh DIY. Basis massanya berada di wilayah kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Juru Bicara Plester DIY, Gendro Santoso menyatakan komunitasnya turut melakukan berbagai upaya pencegahan penularan COVID-19.

"Upaya kami lakukan mulai dari komunitas, dengan sosialisasi ke seluruh basis anggota," jelasnya.

Belajar Bertani di Tengah Perkotaan bersama Komunitas Kebunku Jogja

Sosialisasi berupa edukasi terkait protokol kesehatan dasar pencegahan COVID-19, yaitu menggunakan masker, menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS), serta menjaga jarak. Anggota diminta mematuhinya saat beraktivitas.

Upaya pencegahan juga dilakukan dengan kegiatan pembagian masker, penyemprotan disinfektan secara swadaya di beberapa wilayah, serta penyaluran bahan makanan.

"Ini menjadi kegiatan sosial kami dalam ikut mencegah dan menangani dampak dari COVID-19," kata Gendro.(TRIBUNJOGJA.COM)

Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved