DPRD DIY Desak Pemda DIY Aktifkan Kembali Shelter Isolasi Seiring Adanya Uji Swab Massal
Banyaknya tes massal yang dilakukan selama ini membuat angka kasus positif Covid-19 di DIY menjadi tinggi.
Penulis: Miftahul Huda | Editor: Muhammad Fatoni
Laporan Reporter Tribun Jogja, Miftahul Huda
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DIY turut merespon adanya kenaikan kasus Covid-19 di wilayahnya.
Mereka mendesak agar Pemerintah Daerah (Pemda) DIY segera aktifkan shelter di masing-masing daerah, untuk mencegah lonjakan pasien positif Covid-19.
Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD DIY, Huda Tri Yudiana, yang mengatakan perlunya pengaktifan shelter untuk antisipaai tambahan kasus Covid-19 di wilayah DIY.
"Dua hari ini kasus positif Covid-19 di DIY mencapai 64 dan 67. Sebuah tren yang tinggi untuk tingkat DIY. Saya mendesak agar Pemda perlu aktifkan kembali shelter masing-masing rumah sakit atau tiap-tiap daerah untuk antisipasi," katanya, Minggu (2/8/2020).
• Penambahan Kasus Baru Covid-19 di DIY Terus Melonjak, Tren Prosentase Kesembuhan Kian Menurun
• UPDATE Sebaran Kasus Baru Covid-19 di Indonesia 2 Agustus 2020 Pagi Ini, Data Rinci di Tiap Provinsi
Huda mengakui, banyaknya tes massal yang dilakukan selama ini membuat angka kasus positif Covid-19 di DIY menjadi tinggi.
Ia khawatir, dengan kondisi seperti itu, kapasitas rumah sakit di DIY terjadi over load dan membuat penanganan terganggu.
"Jangan sampai pasien Covid-19 yang positif tanpa gejala tidak mendapat ruang isolasi dan dipulangkan. Sehingga berdampak menyebar secara luas," imbuhnya
Huda mengklaim, kapasitas rata-rata rumah sakit rujukan saat ini sebanyak 320 bed. Dengan kekosongan hanya 100 bed.
Dengan adanya peningkatan angka kasus yang terjadi akhir-akhir ini, dirinya mendesak agar Pemda DIY perlu penanganan bijak dan taktis.
"Dan kebanyakan kasus konfirmasi ini positif tanpa gejala. Dengan mengaktifkan shelter, mereka setidaknya tidak menyebar ke mana-mana. Di ruang khusus dan terpantau," urainya.
Ia menambahkan, saat ini memang belum sepenuhnya Pemda tingkat Kabupaten/Kota memiliki shelter untuk isolasi pasien tanpa gejala.
Huda mendesak agar Pemkab/Pemkot agar mengaktifkan kembali asrama haji, dan tempat isolasi di daerah lainnya agar digunakan lagi.
"Saya minta agar Dinkes DIY koordinasi dengan Pemkab/Pemkot agar menyiapkan shelter isolasi seiring dengan gerakan swab massal ini," pungkasnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/berita-update-corona-di-daerah-istimewa-yogyakarta.jpg)