Penghulu Memegang Peran Tingkatkan Ketahanan Keluarga

Penghulu berperan mengawal dan memastikan program ketahanan keluarga berjalan di wilayah KUA masing-masing.

istimewa
Sosialisasi Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Juklak pembinaan Jabatan Fungsional Penghulu dan Konser Si Ketan Arga (Konsultasi dan Sharing Sistem Ketahanan Keluarga) untuk para penghulu di DIY. Kegiatan ini dilaksanakan melalui webinar, Selasa (28/7/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Maruti Asmaul Husna

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Setidaknya, ada empat hal yang harus mendapat perhatian penghulu.

Yakni pertama, mengawal dan memastikan program ketahanan keluarga berjalan di wilayah kantor urusan agama (KUA) masing-masing.

Kedua, regulasi kepenghuluan yang berjalan dinamis, di sini penghulu memiliki dua tugas yaitu tugas mengeksekusi regulasi dan tugas sebagai mufti yang memberi fatwa terhadap perkembangan masyarakat.

“Ketiga, program bimbingan perkawinan (bimwin) yang merupakan upaya dalam meningkatkan ketahanan keluarga sesuai amanat Perda DIY Nomor 7 tahun 2018 dan keempat terkait Idul Adha dan pelaksanaan Idul Kurban,” tambah Kepala Bidang Urusan Agama Islam Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) DIY, H. Nadhif, M.Si.

Hal itu disampaikannya dalam acara Sosialisasi Peraturan Badan Kepegawaian Negara (BKN) Nomor 6 Tahun 2020 tentang Juklak pembinaan Jabatan Fungsional Penghulu dan Konser Si Ketan Arga (Konsultasi dan Sharing Sistem Ketahanan Keluarga) untuk para penghulu di DIY.

BREAKING NEWS : Tambah 64 Kasus Baru, Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY

Kegiatan ini dilaksanakan melalui webinar, Selasa (28/7/2020).

Narasumber lain dalam sosialisasi tersebut, H. Mahzaini, Kepala Seksi Bina Kepenghuluan Wilayah II Kemenag RI menekankan pada regulasi yang sudah keluar di tahun 2020, namun dibutuhkan petunjuk teknis dari Kementerian Agama.

“Turunan dari Permenpan Nomor 9 tahun 2019 tentang jabatan fungsional penghulu, kemudian Peraturan Menteri Agama Nomor 11 tahun 2020 tentang pedoman perhitungan kebutuhan jabatan fungsional penghulu,” jelas Mahzaini.

Sementara, narasumber berikutnya untuk optimalisasi peran konselor keluarga. Prof. Dr. dr. H. Soewadi MPH Spkj, menyampaikan hal yang perlu diperhatikan menuju konselor perkembangan bukan tradisional lagi.

“Namun perlu dilakukan dengan upaya pendekatan preventif dan krisis, terencana, terstruktur dan team work,” terangnya.

Moderator acara tersebut, Dr. H. Nur Ahmad Ghojali mengatakan kegiatan ini dirancang untuk memberi kontribusi positif kepada penghulu yang memiliki peran untuk optimalisasi sebagai konselor sekaligus sosialisasi regulasi kepenghuluan yang berjalan dinamis. (TRIBUNJOGJA.COM)

Penulis: Maruti Asmaul Husna
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved