Yogyakarta

Menengok Ibadah Idul Adha 2020 di Lapas Perempuan Yogyakarta

Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan kelas II B Yogyakarta turut menyemarakkan Hari Raya Ibadah Haji 2020.

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
Dok. Humas Lapas
Suasana perayaan Hari Raya Ibadah Haji 2020 di Lapas Perempuan kelas II B Yogyakarta, Jumat (31/7/2020). 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) perempuan kelas II B Yogyakarta turut menyemarakkan Hari Raya Ibadah Idul Adha 2020.

Meski di tengah pandemi Covid-19, semangat untuk beribadah di hari raya yang kental dengan nuansa kurban itu tidak surut terasa di dalam Lapas.

Lantunan tembang bernafas islami menyemarakkan Hari Raya Ibadah Idul Adha 2020 dan menggema di Lapas perempuan kelas II B Yogyakarta Jumat (31/7/2020) pagi.

WBP dan petugas Lapas saling berbaur selepas salat Iduladha bahu membahu mengerjakan daging kurban.

"Sama seperti tahun sebelumnya tahun ini ada hewan kurban berupa sapi dan kambing di Lapas perempuan. Kita hanya sembelih sapi sambil tetap mengikuti aturan protokol kesehatan Covid-19," kata Kepala Lapas Perempuan kelas II B Yogyakarta, Ade Agustina.

DPD IWAPI DIY Serahkan Bantuan Sarana Permainan Anak-anak ke Lapas Perempuan Kelas IIB Yogyakarta

Ade menjelaskan, sedikit yang berubah pada perayaan Ibadah Idul Adha tahun ini dibandingkan dengan sebelumnya yakni jumlah jemaah salat yang dikurangi guna mencegah penyebaran Covid-19.

Namun, pemaknaan ibadah Idul Adha diharapkan tidak surut di tengah pandemi Covid-19 untuk dijadikan refleksi bagi para WBP.

Pada tahun ini, pihaknya mencoba untuk menaruh perhatian yang optimal kepada WBP.

Saat pandemi Covid-19, WBP masih belum diijinkan untuk bertemu dengan keluarga dan penjenguk lainnya.

Sehingga, untuk mengurangi perasaan jauh dari keluarga di masa hari raya haji, pegawai Lapas Perempuan berusaha menggantikan peran dari keluarga WBP.

Ada 71 pegawai dan 63 WBP yang menghuni Lapas perempuan itu.

Pegawai fokus pada upaya pembinaan dan menghibur WBP dengan memberikan pemahaman, bahwa putusan pidana dan proses yang dilalui di dalam Lapas merupakan upaya persiapan kepada WBP agar matang hidup dan berkarya di tengah masyarakat.

"Semuanya dimulai dari sini. Bagaimana supaya mereka saat keluar, masyarakat tidak diskriminatif dan mempunyai stigma lain kepada WBP. Sehingga persiapan mental dan perencanaan menjadi penting," ungkap Ade.

Tak Ada Jemaah Haji yang Terpapar Covid-19, Berikut Penjelasan Kementerian Kesehatan Arab Saudi

Di masa pandemi, berbagai program dan aktivitas WBP juga sempat terhenti.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jogja
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved