Update Corona di DI Yogyakarta

DPRD DIY Sebut Perpanjangan Tanggap Darurat Isyarat Penanganan Covid-19 Butuh Strategi

Status Tanggap Darurat Bencana Covid-19 di DIY kembali diperpanjang hingga 31 Agustus 2020.

TRIBUNJOGJA.COM / Suluh Pamungkas
ilustrasi 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Kurniatul Hidayah

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Wakil ketua DPRD DIY Huda Tri Yudiana mengatakan bahwa perpanjangan status tanggap darurat untuk ketiga kalinya mengisyaratkan bahwa penanganan Covid-19 memerlukan strategi napas panjang. 

"Kita belum tahu sampai kapan akan diakhiri status tanggap darurat ini. Saya mendukung Bapak Gubernur jika kasus Covid-19 masih meningkat dan belum terkendali status tanggap darurat akan diberlakukan terus," ucapnya, Jumat (31/7/2020).

Hal tersebut dinilai Huda sangat diperlukan untuk kemudahan penanganan dan administrasi pemerintah serta kewaspadaan masyarakat.

"Keberhasilan penanganan Covid-19 dalam jangka panjang sangat tergantung dari ketahanan Rumah sakit dan laboratorium. Sehingga ketahanan Rumah sakit dan laboratorium menjadi kunci dan harus disiapkan secara baik," urainya.

BREAKING NEWS : Tambah 64 Kasus Baru, Rekor Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY

Lebih lanjut, Politisi PKS tersebut mengatakan kecepatan dan kapasitas laboratorium menjadi satu di antara kunci keberhasilan penanganan wabah Covid-19 di DIY.  

"Saya melihat sendiri bagaimana laboratorium-laboratorium di DIY bekerja sangat keras ditengah keterbatasan fasilitas, SDM, maupun pembiayaan. Beberapa laboratorium diubah mendadak menjadi laboratorium uji Covid-19 padahal sebelumnya laboratorium digunakan untuk berbagai keperluan," bebernya.

Ia menyebut misalkan laboratorium mikrobiologi UGM yang tadinya untuk pembelajaran kemudian berubah fungsi secara total.

Pun dengan laboratorium BBTKLPP, RSUP Dr Sardjito, RSUP Hardjolukito, serta BBVet Kulon Progo. 

"Kapasitas uji sampel berbagai laboratorium di DIY ini sekitar 1.500 sampel per hari dengan kapasitas terbesar di lab BBTKLPP dengan kapasitas uji sekitar 1.000 sampel per hari dengan 15 jam kerja. Rata-rata lab ini bekerja ekstra dengan tenaga ekstra dan berisiko tinggi karena mengerjakan dan berinteraksi dengan sampel-sampel Covid-19," urainya.

Satu Tenaga Teknis Pemkot Yogyakarta Dinyatakan Positif Covid-19, Sempat Non Reaktif saat Rapid Test

Halaman
12
Penulis: Kurniatul Hidayah
Editor: Gaya Lufityanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved