Yogyakarta
Ditlantas Polda DIY Minta Pesepeda Saling Jaga Etika Berkendara
Tingginya minat bersepeda di masa pandemi Covid-19 ikut pula mengerek angka kecelakaan maupun insiden yang melibatkan pengendara sepeda di jalan raya.
Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Tingginya minat bersepeda di masa pandemi Covid-19 ikut pula mengerek angka kecelakaan maupun insiden yang melibatkan pengendara sepeda di jalan raya.
Untuk itu, Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda DIY meminta pesepeda untuk saling menghormati dengan sesama pengguna jalan saat berkendara.
Terlebih di masa Operasi Patuh Progo 2020 yang akan berlangsung hingga 5 Agustus mendatang.
Pesepeda disebut akan mendapat perhatian pula bagi petugas di lapangan.
Dirlantas Polda DIY, Kombes Pol I Made Agus Prasatya menyatakan, angka kecelakaan lalu lintas (lakalantas) dengan melibatkan kendaraan roda dua terlebih pesepeda masih cukup tinggi di wilayah setempat.
Pihaknya saat ini juga tengah menggodok aturan terkait etika bersepeda dan sanksi yang bakal diterapkan guna menekan angka kecelakaan dan juga korban jatuh.
• Pesepeda Dipukul dan Diancam Pakai Samurai Gara-gara Menabrak Mobil di Jalan
Belakangan, insiden kematian mendadak akibat bersepeda juga kerap ditemui di wilayah DIY.
Umumnya penyebab kematian tersebut karena mengabaikan kesehatan atau memaksakan diri.
Selain itu juga ada faktor lain, seperti mengabaikan rambu-rambu lalu lintas.
Berdasarkan catatan Ditlantas Polda DIY sepanjang Januari-Juni 2020, kecelakaan yang melibatkan pesepeda di DIY secara total ada sebanyak 117 kejadian.
Dari jumlah itu, 12 korban meninggal dunia, sementara 123 luka ringan.
Data tersebut belum merujuk pada pesepeda yang meninggal mendadak.
Informasi dari kepolisian yang berhasil dihimpun selama kurun waktu dua bulan (Juni - Juli) sedikitnya sudah ada enam peristiwa kematian mendadak yang melibatkan pesepeda di Yogyakarta.
• BREAKING NEWS : Diduga Kelelahan, Seorang Pesepeda Asal Sleman Ditemukan Meninggal di Gubuk
Diantaranya yakni Aloisius Sumarjono (46) yang mendadak meninggal dunia di Jalan Sentolo-Muntilan, Desa Banjarharjo, Kapanewon Kalibawang, Kulon Progo pada Minggu 14 Juni lalu.
Kemudian pada Minggu, 28 Juni di Dusun Bangunharjo, Kelurahan Bangunkerto, Kecamatan Turi, Sleman, seorang polisi, Aiptu Sutriyatna (54) yang meninggal dunia saat melakukan olahraga bersepeda.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/502-kendaraan-yang-menuju-diy-diminta-putar-balik.jpg)