STIKOM Yogyakarta Manfaatkan Podcast untuk Menunjang Pembelajaran Daring

STIKOM Yogyakarta (AKINDO) manfaatkan podcast sebagai sarana baru untuk menunjang pembelajaran daring bagi mahasiswa yang menjalani kuliah dari rumah.

Penulis: Noristera Pawestri | Editor: Gaya Lufityanti
istimewa
Dosen Prodi Public Relations, STIKOM Yogyakarta Ni Luh Ratih (kiri) saat melaksanakan kuliah daring dengan metode audio di Studio PR STIKOM Yogyakarta (AKINDO). 

TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - STIKOM Yogyakarta (AKINDO) memanfaatkan podcast sebagai sarana baru untuk menunjang pembelajaran daring bagi mahasiswa yang menjalani kuliah dari rumah.

Selain podcast, STIKOM Yogyakarta juga menggunakan aplikasi zoom, google classroom, google meet, instagram live, whatsapp, dan email.

Prodi Public Relations mengawali kelas perdana versi audio dengan membahas topik menarik dan kekinian yang disajikan dengan bahasa yang ringan tetapi tetap berisi.

Produksi podcast ini dilakukan para dosen program studi dibantu laboran studio audio dan rencananya dilakukan secara berseri dengan mengundang narasumber relevan dengan materi ajar.

Belajar Iklan Instalasi, Mahasiswa STIKOM Yogyakarta Praktik Langsung di Titik Nol

Dosen Prodi Public Relations, STIKOM Yogyakarta Ni Luh Ratih menuturkan, mengajar kelas Public Speaking menggunakan alat rekam audio cenderung membuat kelas lebih aktif dan mahasiswa juga lebih responsif.

Menurutnya, aplikasi yang sekarang ini tersedia gratis dan dapat diakses mudah oleh mahasiswa, dapat menjadi sarana yang menarik untuk digunakan guna memenuhi hak-hak mahasiswa.

“Mahasiswa lebih menyukai kelas yang dinamis, tidak monoton atau one way communications. Mereka tetap semangat ketika diberikan tugas untuk produksi konten dengan menggunakan media seperti ini,” kata dia dalam keterangan tertulisnya Selasa (28/7/2020).

Selain itu, perlengkapan yang diperlukan pun bisa dengan mudah ditemukan oleh mahasiswa selama berada di rumah.

“Mereka hanya butuh alat rekam audio yang ada di smartphone dan headset saja. Hasilnya juga tidak buruk meskipun diberikan waktu yang sangat terbatas,” katanya.

Tak hanya itu, dosen muda ini juga kerap menyisipkan guyonan selama mengajar supaya tidak terkesan kaku atau formal seperti mendengarkan seminar.

Sambut Iduladha, PT KAI Daop 6 Yogyakarta Siapkan Dua KA Tambahan

“Saya anggap mahasiswa sebagai teman sebaya yang juga menginginkan materi berat, yang tetap disajikan dengan menarik,” ujarnya menambahkan.

Hingga saat ini, respons mahasiswa cukup beragam, tetapi mereka cenderung lebih menyukai metode pembelajaran dengan memanfaatkan suara.

“Mahasiswa merasa lebih nyaman karena lebih menyenangkan dan tidak jenuh. Selain itu mereka juga bisa terlibat langsung dalam produksi podcast ini jika kondisi sudah memungkinkan,” katanya.

Kaprodi Public Relation Djati Prasetyani Hadi mendukung upaya pembelajaran baru memanfaatkan platform audio yang dapat diakses di Spotify dan YouTube.

“Selain efektif dan efisien untuk belajar, mahasiswa dapat mengaksesnya dengan mudah dan murah. Apalagi media itu adalah media yang cukup popular di kalangan anak muda," ungkapnya. (TRIBUNJOGJA.COM)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved