Wabah Virus Corona

HOAKS: Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Virus Corona, Begini Penjelasan dari Ahli

Antibodi untuk melawan SARS-CoV-2 akan terbentuk dan dapat memblok sel dari serangan virus. Terbentuknya sitotoksis sel T atau pembunuh sel yang terin

Editor: Rina Eviana
NICOLAS ASFOURI / AFP
Ilustrasi: Seorang insinyur melihat sel-sel ginjal monyet ketika dia melakukan tes pada vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 di dalam laboratorium Ruang Budaya Sel di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. Sinovac Biotech sedang melakukan satu dari lima uji klinis vaksin potensial yang telah disahkan di Cina 

Antibodi untuk melawan SARS-CoV-2 akan terbentuk dan dapat memblok sel dari serangan virus.
Terbentuknya sitotoksis sel T atau pembunuh sel yang terinfeksi.

"Apa itu Sitotoksik Sel T? Jadi misalnya begini, saya terinfeksi virus, berarti sel di dalam tubuh saya sudah membawa virus. Sitotoksik sel T akan datang ke sel yang terinfeksi dan menghabisi (virus)," jelas Ahmad.

"Nah ketika, sel pabrik virus dimatikan tentu aman," imbuhnya.

Kasus Baru Pasien Virus Corona di DKI Jakarta Belum Padam

Apakah sumber vaksin harus dari virus Covid-19 di Indonesia?

Untuk diketahui, Virus Corona SARS-CoV-2 dapat menyerang siapa saja dan di mana saja.

Database terkait SARS-CoV-2 di seluruh dunia telah menemukan lebih dari 40.000 genom virus dari berbagai negara. Indonesia sendiri sudah memasukkan 13 genom ke dalam database tersebut.

"Ketika dianalisa, kesamaan dari 40.000 genom SARS-CoV-2 itu identik 99,99 persen," ucap Ahmad.

Ini artinya, jika pun ada mutasi dari SARS-CoV-2 itu hanya kecil sekali perbedaannya dan tidak berpengaruh.

3 tahapan pembuatan vaksin

Pembuatan vaksin tidak murah. Tantangan yang harus diselesaikan pun ada banyak. Ditambah risiko keberhasilan yang belum pasti.

Ahmad mengatakan, ketika ada pihak lain yang sudah melakukan uji klinis fase 3 untuk pembuatan vaksin, tidak ada salahnya kita bergabung.

Sebelum vaksin diketahui efektif dan aman untuk manusia, para ahli akan melakukan 3 tahap dalam uji klinisnya.

- Uji klinis fase 1 untuk melihat keamanan kandidat vaksin untuk manusia, salah satunya menguji tingkat alergi.

-Uji klinis fase 2, mengecek berapa banyak dosis atau partikel yang harus dimasukkan ke dalam vaksin.

- Uji klinis fase 3. menguji efektivitas vaksin yang dibuat.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved