Wabah Virus Corona

HOAKS: Indonesia Jadi Kelinci Percobaan Vaksin Virus Corona, Begini Penjelasan dari Ahli

Antibodi untuk melawan SARS-CoV-2 akan terbentuk dan dapat memblok sel dari serangan virus. Terbentuknya sitotoksis sel T atau pembunuh sel yang terin

Editor: Rina Eviana
NICOLAS ASFOURI / AFP
Ilustrasi: Seorang insinyur melihat sel-sel ginjal monyet ketika dia melakukan tes pada vaksin eksperimental untuk virus corona COVID-19 di dalam laboratorium Ruang Budaya Sel di fasilitas Biotek Sinovac di Beijing. Sinovac Biotech sedang melakukan satu dari lima uji klinis vaksin potensial yang telah disahkan di Cina 

Vaksin ini akan dites dulu di internal lab Bio Farma. Namun, clinical trial akan dilakukan oleh Unpad (Universitas Padjadjaran)

Tribunjogja.com - Vaksin Virus Corona asal China, Sinovac, telah sampai di Indonesia dan siap diuji klinis untuk sejumlah orang.

Dalam pemberitaan Kompas.com yang tayang hari Selasa (27/7/2012), disebutkan bahwa pekan lalu Bio Farma telah menerima vaksin Sinovac dari China sebanyak 2.400 buah.

"Vaksin ini akan dites dulu di internal lab Bio Farma. Namun, clinical trial akan dilakukan oleh Unpad (Universitas Padjadjaran)," ujar Neni Nurainy, Research and Development Bio Farma, kepada Kompas.com, Senin (20/7/2020).

Ilustrasi vaksin virus corona covid-19
Ilustrasi vaksin virus corona covid-19 (dok.ist/via tribun padang)

Ini merupakan uji klinis fase 3 yang bertujuan menguji khasiat Vaksin corona dan mengetahui efektivitas dari vaksin Sinovac dalam melawan infeksi virus SARS-CoV-2 penyebab COVID-19.

Berkaitan dengan kabar Indonesia akan melakukan uji klinis fase 3 untuk vaksin COVID-19, sejumlah orang justru beranggapan bahwa Indonesia dijadikan kelinci percobaan.

Ahli biologi molekuler Indonesia Ahmad Utomo pun angkat bicara dan menjelaskan duduk perkaranya.

Dia mengatakan kepada Kompas.com, Minggu (26/7/2020), anggapan bahwa Indonesia dijadikan kelinci percobaan itu menyesatkan dan salah besar.

Hal ini pun dijelaskan Ahmad dalam video Youtube yang diunggahnya, Sabtu (25/7/2020).

Dalam video berdurasi 17 menit 37 detik itu, Ahmad mengingatkan bahwa tujuan vaksin adalah membangun antibodi secara spesifik.

Secara singkat, Virus Corona SARS-CoV-2 memiliki protein spike yang berbentuk seperti paku-paku yang menancap di permukaan virus. Spike ini adalah bagian virus yang akan menginfeksi sel manusia.

Ketika protein spike menempel atau terikat pada reseptor sel manusia yang dikenal sebagai ACE2 - protein pada permukaan sel yang berfungsi sebagai pintu masuk sel - membran virus akan bergabung dengan sel manusia dan memungkinkan genom virus masuk ke dalam sel manusia.

Untuk diketahui, semua jenis Virus Corona, termasuk yang menyebabkan penyakit SARS dan MERS, menempel pada sel manusia melalui spike protein.

Ilustrasi
Ilustrasi (Shutterstock)

"Titik di mana dia (spike) menempel (ke sel manusia) ada di receptor binding domain (RBD/bagian atas paku spike). Ini (RBD) yang biasa ditargetkan oleh pembuat vaksin," terangnya.

Ketika RBD diinjeksikan oleh vaksin, diharapkan ada dua hal yang terjadi, yakni:

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved