Bantul
Petani di Bantul Kembangkan Budidaya Serai Merah di Lahan Kritis
Seiring waktu, tanaman yang dikenal dengan sebutan citronella itu ternyata mampu tumbuh subur di lahan tandus.
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM, BANTUL - Hamparan luas lahan pertanian di dusun Kebosungu I, Desa/Kecamatan Dlingo, Kabupaten Bantul sebagian merupakan area perbukitan lahan kritis.
Penyiraman hanya mengandalkan air hujan.
Warga biasanya hanya memanfaatkan lahan untuk menanam kayu jati, namun hasilnya dirasa kurang maksimal.
Sebab membutuhkan waktu yang terlalu lama, bahkan hingga puluhan tahun.
Prihatin dengan kondisi tersebut, Mujino bersama puluhan warga yang tergabung Kelompok Tani Karya Sejati, melalui pendampingan dari Balai Litbang Kementerian Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta, memanfaatkan lahan tandus perbukitan itu, untuk mengembangkan budidaya serai merah.
Hasilnya, cukup menggembirakan.
"Enam bulan sudah bisa dipanen," kata dia, Sabtu (25/7/2020)
• Tuliswati Pemilik Usaha Dea Modis Ikut Kembangkan Batik Jumputan di Kampung Tahunan
Tanam serai merah tahap pertama, Mujino menanam dilahan seluas 2 hektar dengan 1.000 bibit.
Seiring waktu, tanaman yang dikenal dengan sebutan citronella itu ternyata mampu tumbuh subur di lahan tandus.
Beranak-pinak lebat di antara celah bebatuan, daunnya hijau dengan ciri khas warna batang merah keunguan.
Satu rumpun serai, diperkirakan bisa menghasilkan daun sebanyak 5 kilogram.
Apabila menanam seribu pohon, estimasi panen perdana bisa menghasilkan daun seberat 5 ton.
Daun tanaman serai itu, oleh kelompok tani, kemudian diolah dengan cara penyulingan menjadi minyak Atsiri atau larutan ekstrak berbahan alami.
Harga jualnya cukup menjanjikan. "Perkilo Rp 160 - 180 ribu," terang Mujino yang sekaligus didapuk, menjadi Ketua Kelompok Tani Karya Sejati.
• DPP Gunungkidul Kembangkan Budidaya Kacang Hijau
Soal penyulingan, kata dia, Kelompok Tani Karya Sejati sudah memiliki alatnya sendiri.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/mujino-menunjukkan-serai-merah-yang-ditanam-di-lahan-kritis.jpg)