Bantul

Petani di Bantul Kembangkan Budidaya Serai Merah di Lahan Kritis

Seiring waktu, tanaman yang dikenal dengan sebutan citronella itu ternyata mampu tumbuh subur di lahan tandus.

Tayang:
Penulis: Ahmad Syarifudin | Editor: Ari Nugroho
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Mujino menunjukkan serai merah yang ditanam di lahan kritis. Daun tanaman serai merah itu, dimanfaatkan untuk bahan baku pembuatan minyak Atsiri. 

Berkapasitas 1 Kuintal atau 100 kilogram dalam sekali produksi.

Satu kuintal daun serai merah mampu menghasilkan larutann sebanyak 1 kg.

Pihaknya berharap, dengan produksi minyak Atsiri, akan menjadikan dusun Kebosungu I menjadi lahan percontohan serai merah di Bantul, bahkan kalau bisa sampai ke Gunungkidul yang hampir memiliki karateristik lahan sama.

Kedepan, agar produktivitas meningkat dan dapat menambah ekonomi warga, luas lahan tanam akan terus ditambah.

"Luas tanah rencananya akan terus ditambah. Sudah diizinkan oleh desa, ada 16 hektar," kata pria berusia 71 tahun itu.

Kisah Sukses Sumiati, Penderita Skizofrenia yang Berhasil Budidaya Sayuran di Tengah Kota Yogya

Sementara itu, pendamping dari Balai Litbang Kementerian Kehutanan Daerah Istimewa Yogyakarta, Fasis Wibowo, menyambut baik program perluasan lahan tanam.

Menurut dia, lahan kritis biasanya memiliki produktivitas yang rendah, sebab itu, penanaman serai merah bisa menjadi tanaman yang cocok.

Daunnya bisa dimanfaatkan untuk membuat minyak Atsiri.

Terlebih, kata dia, minyak dari larutan alami itu memiliki penjualan yang cukup bagus.

Hampir seluruh negara di dunia membutuhkan minyak tersebut.

Sementara, tidak semua negara memproduksinya.

Salah satu negara andalan untuk memproduksi minyak Atsiri adalah Indonesia.

"Minyak Atsiri ini dibutuhkan di semua negara. Biasanya digunakan untuk kosmetik, farmasi, pembuatan lilin aroma terapi, aromatik oil hingga sabun mandi beraroma Atsiri," jelas dia.

Pihaknya berharap, tanaman serai merah di Kebosungu I itu nantinya mampu menjadi percontohan dan diikuti oleh kelompok tani yang lain.

Sehingga potensi pemanfaatan lahan kritis di Indonesia sebagai Biofarmaka untuk penyediaan lahan industri farmasi dapat terwujud.

Sumber: Tribun Jogja
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved