Berkurban Sapi atau Kambing, Manakah yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Ustaz Beny
Berkurban Sapi atau Kambing, Manakah yang Lebih Baik? Ini Penjelasan Ustaz Beny
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pemerintah menetapkan Iduladha 1441 hijriah jatuh pada Jumat (31/7/2020) nanti.
Perayaan Iduladha identik dengan penyembelihan hewan kurban.
Umumnya di Indonesia, hewan kurban yang disembelih adalah sapi dan kambing.
Namun banyak kalangan yang menanyakan lebih baik berkurban sapi atau kambing?
Menurut Ustaz Beny Susanto, pengasuh Ponpes Sunan Kalijaga Gesikan, berkurban sapi ataupun kambing sama baiknya.
Semuanya tergantung dengan niat dan kemampuan finansial dari seseorang yang hendak berqurban.
"Sama-sama baik, balik lagi ke niat dan kemampuan personalnya. Namun, yang perlu diperhatikan kalau berkurban sapi itu kolektif bisa untuk tujuh orang, sedangkan sapi hanya boleh satu orang saja," jelas ustadz yang juga menjabat sebagai A'wan Syuriah PWNU DIY ini, Jumat (24/07/2020).
• Jelang Iduladha, Perajin Pisau di Kabupaten Magelang Kebanjiran Pesanan
• Idul Adha 2020: Penjelasan Hukum Lengkap dengan Tuntunan Menyembelih
Namun secara kitab fikih, lanjut Ustaz Beny, keutamaan berkurban dapat dilihat berdasarkan kuantitasnya dagingnya di mana secara urut dimulai unta, sapi atau kerbau, dan jenis kambing.
Kemudian, kualitas daging pun turut diperhatikan.
Di mana daging sapi dan unta lebih baik dibandingkan daging kambing atau domba.
"Karena di Indonesia umumnya konsumsi daging sapi dibandingkan unta, maka daging sapi lebih utama karena lebih bisa dikonsumsi banyak orang.
Sedangkan kambing beberapa ada yang tidak bisa misalnya yang punya penyakit darah tinggi atau alegi," ucapnya.
Meskipun begitu, Ustaz Benny mengatakan, Islam itu tidak akan mempersulit .
Bagi umat muslim yang mempunyai keuangan lebih, maka tentu lebih baik untuk berkurban sapi dibandingkan kambing.
Sedangkan, yang memiliki biaya terbatas membeli kambing menjadi solusi terbaik.
"Jadi semua tergantung niatnya, jangan sampai memberatkan diri sendiri. Semampunya yang kita miliki saja, untuk pahala Allah Maha Mengetahui. Karena substansi berkurban ialah membersihkan hati," pungkasnya. (Tribunjogja/Nanda Sagita Ginting)