Bisnis

Penjual Bumbu Giling di Yogyakarta Masih Sepi Pembeli

Merosotnya pembelian bumbu giling dibarengi dengan beberapa pelanggannya yang kebanyakan usaha rumah makan dan katering memilih untuk berhenti berjual

TRIBUNJOGJA.COM / Nanda Sagita Ginting
Penjual bumbu giling di pasar Demangan kota Yogyakarta hendak menyiapkan bumbu giling yang akan dijual, pada Kamis (23/07/2020). 

Laporan Reporter Tribun Jogja, Nanda Sagita Ginting

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Sepinya pembeli masih dirasa para penjual bumbu giling di beberapa pasar di kota Yogyakarta.

Adanya, pelonggaran aktivitas di masyarakat tak serta merta membuat dagangannya kembali normal.

Seorang pedagang bumbu giling di pasar Beringharjo, kota Yogyakarta, Asep Saefulloh (40) mengatakan, dirinya terpaksa mengurangi jumlah pasokan bumbu giling yang akan dijualnya.

"Sejak Maret, bumbu giling yang akan dijual sudah dikurangi jumlahnya. Dulu, dalam sehari bisa menggiling sampai 50 kilogram sekarang dikurangi hanya 25 kilogram saja, " jelasnya kepada TRIBUNJOGJA.COM, pada Kamis (23/07/2020).

Jelang Iduladha, Harga Bumbu Dapur di Pasar Beringharjo Masih Stabil

Pengurangan pasokan bumbu giling, diakuinya karena pangsa pasar dagangannya seperti hotel, restoran, dan warung makan kecil belum aktif beroperasi.

Padahal, selama ini sektor tersebutlah yang mendongkrak penjualan bumbu giling di kiosnya.

"Biasanya hotel dan restoran yang sudah menjadi pelanggan tetap pasti mengambil bumbunya dari sini. Sejak Maret, mereka (pelanggan) sudah tidak ada yang mengambil lagi," ucapnya.

Hal serupa pun dirasakan, Romli (50), penjual bumbu giling di pasar Demangan, kota Yogyakarta.

Romli menuturkan, pembeli di kiosnya terus merosot sejak pandemi Corona mulai merebak di Yogyakarta.

Halaman
12
Penulis: Nanda Sagita Ginting
Editor: Ari Nugroho
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved