Jelang Iduladha, Harga Bumbu Dapur di Pasar Beringharjo Masih Stabil
Jelang Iduladha, Harga Bumbu Dapur di Pasar Beringharjo Masih Relatif Stabil
Penulis: Nanda Sagita Ginting | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Menjelang perayaan Iduladha, harga sejumlah bumbu dapur di Kota Yogyakarta masih stabil.
Pantauan Tribunjogja.com di Pasar Beringharjo, harga sejumlah komoditi masih stabil meski perayaan Iduladha tinggal menghitung hari lagi.
Adapun bahan dapur yang masih terpantau stabil meliputi, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, bawang putih, dan tomat.
Salah satu pedagang di pasar Beringharjo, kota Yogyakarta, Sutinah (58) mengatakan, menjelang Iduladha harga bahan dapur di pasaran masih stabil, tak ada kenaikan yang signifikan.
"Untuk bahan bumbu dapur masih stabil semua ya. Hingga kini harga masih terjangkau, persediaan pun masih aman," jelasnya kepada Tribunjogja.com, pada Senin (20/07/2020).
Adapun harga bahan dapur seperti cabai merah masih di kisaran Rp20 ribu per kilogram, cabai rawit Rp20 ribu per kilogram, bawang merah Rp30 ribu per kilogram, bawang putih Rp20 ribu per kilogram dan tomat Rp10 ribu per kilogram.
Adapun, bahan dapur sebagian besar didatangkan dari petani-petani di wilayah Yogyakarta saja.
"Semua bahan dapur didapat dari petani di wilayah Yogyakarta kecuali bawang merah. Bawang merah diambil dari luar wilayah Yogyakarta seperti Brebes," ujarnya.
• Banyak Alih Fungsi Lahan Produktif di DIY, Walhi Sebut Ancam Ketersediaan Air di Masa Mendatang
• Bio Farma Segera Uji Klinis Vaksin Virus Corona Produksi China
• Tukang Ojek Pengkolan Sudah Syuting Kembali, Kemana Bang Udin dan Uun Ya?
Sementara itu, komoditas bahan dapur jenis rimpang pun harganya masih normal.
Martinah (70) , seorang pedagang rimpang di pasar Beringharjo, kota Yogyakarta mengatakan, sejak Juli 2020, komoditi rimpang sudah terpantau stabil.
"Harga rimpang masih aman, kunyit seharga Rp9 ribu per kilogram, harga jahe Rp35 ribu per kilogram, dan kencur Rp35 ribu per kilogram," jelas Martinah.
Adapun, pasokan barang dagangannya didapat dari Kulonprogo, Wonosari, Muntilan, Boyolali, dan Temanggung.
"Stok masih aman sekali, karena daerah-daerah penghasil pun persediaannya masih banyak, jadi gak sulit mencari itu (bahan dapur rimpang) di pengepul," pungkasnya. (Tribunjogja.com/Nanda Sagita Ginting)