Update Virus Corona
UPDATE Terkini Data Virus Corona di Indonesia 21 Juli, Angka Kasus Baru DI Yogyakarta Melonjak Lagi
Kasus baru masih bermunculan. Jumlah total kasus positif Virus Corona di Indonesia mencapai 89.869 kasus. Di Yogyakarta, lonjakan kembali terjadi dan
Penulis: Tribun Jogja | Editor: Yoseph Hary W
TRIBUNJOGJA.COM, YOGYAKARTA - Data virus corona di Indonesia berdasarkan update terkini per Selasa sore 21 Juli 2020, mencapai total 89.869 kasus. Jumlah total kasus positif tersebut setelah terjadi penambahan 1.655 kasus baru COVID-19 dalam 24 jam terakhir.
Terlepas dari tingginya angka kasus COVID-19 di beberapa wilayah di Indonesia, untuk Daerah Istimewa Yogyakarta per Selasa sore ini juga mencatat rekor setelah penambahan kasus baru mengalami lonjakan.
Angka kasus baru yang terbilang tidak biasa kembali terjadi di DI Yogyakarta per Selasa 21 Juli 2020, yaitu mencatat penambahan 28 kasus baru Virus Corona.
Bagaimana dengan daerah atau provinsi lainnya di Indonesia, berikut catatan pemerintah pusat berdasar pembaruan data yang disampaikan hari ini.

• BREAKING NEWS: Catat Rekor, 28 Kasus Baru Covid-19 di DIY
• Rincian Kasus dan Riwayat Penambahan 28 Kasus Baru Covid-19 di DIY Hari Ini
Pemerintah kembali memperbarui data kasus Covid-19 di Indonesia.
Pengumuman disampaikan oleh juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto dalam konferensi pers di Graha BNPB Jakarta pada Selasa (21/7/2020) sore.
Berdasarkan data dalam 24 jam terakhir hingga hari ini, Selasa pukul 12.00 WIB, jumlah kasus secara nasional masih bertambah sejak kasus pasien pertama terinfeksi virus corona diumumkan pada 2 Maret 2020.
Jumlah kasus positif dikonfirmasi berdasarkan pemeriksaan dengan metode polymerase chain reaction (PCR).
Peta Sebaran Covid-19 beberapa provinsi
Berikut ini, jumlah kasus Covid-19 hingga hari ini untuk provinsi Jatim, DIY, Bali, Nusa Tenggara Timur ( NTT), Nusa Tenggara Barat ( NTB), Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, dikutip Tribun Jogja dari kompas.com:
Jatim
Positif: 18828
Sembuh: 10065
Meninggal: 1461
DIY
Positif: 465
Sembuh: 329
Meninggal: 13
Bali
Positif: 2856
Sembuh: 2110
Meninggal: 46
NTB
Positif: 1777
Sembuh: 1122
Meninggal: 98
NTT
Positif: 137
Sembuh: 110
Meninggal: 1
Kalimantan Barat
Positif: 359
Sembuh: 351
Meninggal: 4
Kalimantan Selatan
Positif: 5083
Sembuh: 2021
Meninggal: 257
*
Catatan rekor kasus baru di DIY dan penjelasan pemerintah setempat
Kasus baru COVID-19 di DIY kembali meroket. DiKali ini jumlahnya memecahkan rekor sebelumnya dengan penambahan 28 kasus baru pada 21 Juli 2020 dari pemeriksaan 353 sampel di laboratorium yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta.
Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19 Berty Murtiningsih mengatakan penambahan ini membuat total jumlah kasus positif Virus Corona di DI Yogyakarta per 21 Juli 2020 menjadi 465 kasus.
Riwayat kasus baru

"Sebanyak 23 kasus merupakan warga Bantul dan 5 kasus warga Sleman," ucap Berty, Selasa (21/7/2020).
Berty mengatakan bahwa lonjakan yang kembali terjadi saat ini dikarenakan upaya tracing yang masif dan skrining karyawan kesehatan yang menjadi prioritas pengambilan swab massal,
serta upaya pengambilan swab pada pelaku perjalanan, dan juga skrining atas permintaan masyarakat.
Secara detil, riwayat 28 kasus tersebut adalah sebagai berikut.
- Kasus 442 perempuan usia 40 tahun warga Sleman riwayat skrining karyawan Dinkes Bantul,
- kasus 443 laki-laki usia 12 tahun warga Bantul,
- kasus 444 laki-laki usia 47 tahun warga Bantul, kasus 445 laki-laki usia 71 tahun warga Bantul riwayat ketiganya tracing kontak kasus 393.
- Selanjutnya, kasus 446 laki-laki usia 1 tahun Bantul,
- kasus 447 laki-laki usia 52 tahun warga Bantul,
- kasus 448 perempuan usia 52 tahun warga Bantul.
"Riwayat 446-448 tracing kontak kasus 394," ungkapnya.
- Kasus 449 perempuan usia 9 tahun warga Bantul,
- kasus 450 perempuan usia 19 tahun warga Bantul,
- kasus 451 laki-laki usia 37 tahun warga Bantul,
- kasus 452 laki-laki usia 74 tahun warga Bantul.
"Keempatnya hasil tracing kontak kasus 393," ucap Berty.
- Kasus 453 laki-laki usia 28 tahun warga Bantul,
- kasus 454 laki-laki usia 22 tahun warga Bantul,
- kasus 455 perempuan usia 45 tahun Bantul,
- kasus 456 laki-laki usia 47 tahun warga Bantul,
- kasus 457 laki-laki usia 26 tahun warga Bantul.
"Kasus 453-457 didapatkan dari skrining KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) oleh Dinkes Bantul," bebernya.
- Selanjutnya, kasus 458 laki-laki usia 43 tahun warga Bantul dan
- kasus 459 perempuan usia 23 tahun warga Bantul. Keduanya skrining karyawan Dinkes Bantul.
"Kasus 460 per- empuan usia 23 tahun warga Bantul, kasus 461 perempuan usia 34 tahun warga Bantul, kasus 462 laki-laki usia 35 tahun warga Bantul. Ketiga kasus tersebut hasil skrining KPPS oleh Dinkes Bantul," ungkap Berty.
Selanjutnya kasus 463-466 didapatkan dari hasil skoring karyawan Dinkes Bantul.
- Kasus 463 laki-laki usia 44 tahun warga Bantul,
- kasus 464 laki-laki usia 32 tahun warga Bantul,
- kasus 465 perempuan usia 48 tahun warga Sleman, dan
- kasus 466 perempuan usia 23 tahun warga Sleman.
- Selanjutnya, kasus 467 adalah laki-laki usia 51 tahun warga Sleman riwayat dari Aceh,
- kasus 468 laki-laki usia 33 tahun Sleman keterangan kondisi meninggal riwayat komorbid Jantung dan dari Jakarta,
- dan kasus 469 laki-laki usia 3 tahun warga Bantul riwayat hasil kontak tracing kasus 394.
(*/kur/ Tribunjogja.com /kompas.com)