Gunungkidul
Dibangun Sejak 2018, IPAL Industri Tahu & Tempe Sudah Kelebihan Kapasitas
Lantaran banyaknya industri pembuatan tahu dan tempe di wilayah tersebut membuat IPAL yang sudah dibangun kelebihan kapasitas.
Penulis: Alexander Aprita | Editor: Gaya Lufityanti
"Sudah berkali-kali dilakukan, namun tak ada pelaku usaha yang datang," ungkap Aris.
Menurutnya, masalah akan selesai jika pelaku usaha bersedia mengembangkan IPAL secara mandiri.
• Destinasi Wisata Uji Coba Bertambah, Dispar Gunungkidul Tetap Terapkan Pembatasan Pengunjung
Jika bergantung pada DLH, Aris mengaku sulit dilakukan karena keterbatasan anggaran.
Wartawan pun sempat mencoba mengkonfirmasi polemik IPAL ini ke pelaku industri di Sumbermulyo beberapa waktu lalu.
Namun, tak ada yang bersedia ditemui.
Keberadaan pipa IPAL tersebut sebelumnya juga sudah disampaikan oleh Lurah Kepek, Bambang Setiawan.
Menurutnya, pelaku industri sudah diimbau agar mengolah limbah sebelum dibuang ke Kali Pancuran.
"Kalau memang IPAL-nya tidak berfungsi dengan baik, mestinya ada pendampingan dari dinas terkait," kata Bambang beberapa waktu lalu. (TRIBUNJOGJA.COM)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dibangun-sejak-2018-ipal-industri-tahu-tempe-sudah-kelebihan-kapasitas.jpg)