Update Corona di DI Yoyakarta
Tiga Rumah Sakit DIY Pakai Bilik Pengambilan Sampel Swab Buatan UGM
Bilik pengembilan sampel swab pasein covid-19 yang dikembangkan oleh tim UGM sudah dipakai oleh tiga rumah sakit di DIY.
TRIBUNJOGJA.COM - Bilik pengembilan sampel swab pasein covid-19 yang dikembangkan oleh tim UGM sudah dipakai oleh tiga rumah sakit di DIY.
Ketiga rumah sakit tersebut adalah Rumah Sakit Akademik UGM, Rumah Sakit Panembahan Senopati Bantul dan RUSD Yogyakarta.
Anggota tim Peneliti Gama Swab sekaligus Dosen Departemen Ilmu Komputer dan Elektronika FMIPA Dr. Raden Sumiharto, S.Si., M.Kom, mengatakan gama swab merupakan sarana untuk memudahkan pengambilan swab secara nyaman dan aman karena mampu melindungi pasien dan tenaga kesehatan.
“Kita sengaja membuat sarana pengambilan swab aman dan nyaman, sebagai bentuk kontribusi UGM dalam penanggulangan covid-19,” kata Sumiharto, Kamis (9/7/2020).
• Dosen UGM Kembangkan Bilik Swab yang Dilengkapi HEPA Filter
Bilik Gama Swab yang diluncurkan pada akhir April lalu ini menurut Sumiharto terinspirasi dari kegalauannya menyaksikan pekerjaan istrinya yang berjuang dalam mengobati pasien Covid-19.
Ia pun berkeinginan membuat bilik yang memudahkan bagi tenaga kesehatan dalam mengambil sampel dan tidak harus menggunakan pakaian APD dengan lengkap.
Ide tersebut dituangkan bersama rekan tim peneliti lainnya yang berada dari FKKMK UGM, Sekolah Vokasi UGM dan RSA UGM.
“Kebetulan istri dokter spesialis paru di rumah sakit Panembahan Senopati Bantul tiap hari berinteraksi dengan Covid-19,” katanya.
Menurut Sumiharto untuk membuat bilik swab ini, ia bersama tim juga meminta masukan dari pengalaman pidak rumah sakit dalam mengambil sampel.
• BREAKING NEWS : Update Covid-19 di DIY 18 Juli 2020, 8 Kasus Positif Baru, 2 Sembuh
Bila sebelumnya pengambilan sampel dilakukan di dalam ruangan maka aerosol di sekitar ruangan akan bisa media penularan covid-19 sehingga dilakukan dekontaminasi ruangan hingga 5-10 menit setelah pengambilan sampel.
Proses dekontaminasi tidak hanya membuat waktu tunggu pasien menjadi lama bahkan menyulitkan tenaga medis yang harus menggunakan APD lengkap secara terus menerus di ruangan.
Bilik Gama swab didesain dengan ukuran 1,2x1,2 x2 meter ini dilengkapi dengan hepa filter ukuran H14 sehingga bisa memfilter virus yang masuk ke bilik.
Petugas operator cukup menggunakan PAD level 1 dan 2 pun bisa menggunakan bilik tersebut.
Bilik ini juga dilengkapi dengan penerangan sinar UV sehingga selalu steril.
“Aerososl di luar tidak akan masuk dan udara yang masuk ke bilik akan disaring oleh hepa filter,” katanya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jogja/foto/bank/originals/dosen-ugm-kembangkan-bilik-swab-yang-dilengkapi-hepa-filter.jpg)