Pertama Kali Dalam Sejarah, Muhammadiyah Gelar Tanwir Secara Daring

Pertama Kali Dalam Sejarah, Muhammadiyah Gelar Tanwir Secara Daring Pada Minggu Besok

Penulis: Yosef Leon Pinsker | Editor: Hari Susmayanti
Istimewa
Sekretaris PP Muhammadiyah, Agung Danarto saat menyampaikan Tanwir Muhammadiyah yang bakal digelar secara daring pada Minggu (19/7) besok. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Pelaksanan Tanwir atau Rakernas PP Muhammadiyah dan Aisyiyah tahun ini bakal diselenggarakan secara daring.

Keputusan tersebut diambil oleh salah satu organisasi Islam di Indonesia ini akibat pandemi Covid-19 yang belum kunjung mereda.

Sekretaris PP Muhammadiyah Agung Danarto menyampaikan jika Tanwir Muhammadiyah dan Aisyiyah dengan sistem daring kali ini akan diselengarakan satu hari pada Minggu (19/7/2020) dengan mengambil tema "Hadapi Covid-19 dan dampaknya: Beri Solusi Untuk Negeri".

"Melalui Tanwir kali ini, Muhammadiyah tetap berkomitmen dan terdepan dalam proses solusi dan memberi untuk negeri," ujar Agung Danarto.

Tanwir Muhammadiyah kali ini, menurutnya, sangat istimewa dan pertama kali dilakukan dalam sejarah Muhammadiyah yakni, tanwir yang diselenggarakan secara online (daring).

"Tanwir daring pun menjadi bagian dari ijtihad abad kedua. Ijtihad ini penting di tengah bencana kemanusiaan yang masih melanda.

Teknologi informasi dan komunikasi memungkinkan bertemu dalam ruang digital, tanpa mengurangi makna esensial," sambung Agung.

Jadwal Siaran Langsung Sidang Isbat Penentuan Awal Zulhijjah dan Idul Adha 1441 Hijriah, Live TVRI

Download Contoh Khotbah Idul Adha 2020 untuk Dilaksanakan Berjamaah di Rumah

Lebih lanjut, tanwir kali ini melibatkan seluruh pengurus Muhammadiyah dari Sabang sampai Merauke, pengurus Aisyiyah se-Indonesia, pengurus ortom tingkat pusat dan segenap pengelola amal usaha di bawah naungan persyarikatan Muhammadiyah.

"Tidak lupa tanwir akan diikuti oleh pengurus Muhammadiyah-Aisyiyyah yang ada di luar negeri yang tergabung dalam pimpinan cabang istimewa Muhammadiyah Aisyiyah (PCIM-PCIA) yang secara total akan diikuti oleh 1.000 peserta sidang tanwir Muhammadiyah-aisyiyah," ungkapnya.

Muhamamdiyah, kata Agung, sadar pemerintah perlu dibantu dalam mengurai masalah Covid-19. Muhammadiyah sebagai bagian dari bangsa berkomitmen untuk membantu bangsa dan negara, serta menyelamatkan kemanusiaan.

Agenda sidang tanwir kali ini diantaranya adalah laporan PP Muhammadiyah setelah tanwir Bengkulu pada 2019 lalu, pembahasan pengunduran waktu penyelenggaraan Muktamar Muhammadiyah ke-48 di Solo dan agenda mendesak bangsa di tengah situasi pandemi covid-19 dan tawaran solusi Muhammadiyah untuk negeri.

"Semua agenda ini diawali dengan pidato iftitah amanat tanwir oleh ketua umum Muhammadiyah dan Aisyiyah. Proses pelaksanaan dan pegendalian sidang tanwir online akan dikelola oleh Pusat Syiar Digital Muhammadiyah (PSDM) di kantor PP Muhammadiyah di Jalan Cikditiro nomor 23, Terban, Gondokusuman, Yogyakarta," terangnya. (Tribunjogja/Yosef Leon Pinsker)

Sumber: Tribun Jogja
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved