Hadapi Musim Kemarau, BPBD DIY Siap Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Menghadapi Musim Kemarau, BPBD DIY Siap Distribusikan Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Penulis: Maruti Asmaul Husna | Editor: Hari Susmayanti
TRIBUNJOGJA.COM / Ahmad Syarifudin
Warga di RT 06 Kajor Kulon Desa Selopamioro Bantul kesulitan air bersih. Mereka mengandalkan droping untuk kebutuhan air bersih. 

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – Dalam rangka menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung hingga pertengahan Oktober mendatang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY mulai melakukan sejumlah antisipasi.

Kepala Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, Danang Samsurizal mengatakan setiap tahun sejumlah daerah di DIY dihadapkan dengan masa kesulitan air.

Faktor meteorologis menjadi salah satu penyebab kekeringan.

“Daerah sulit air itu ada banyak hal (yang menyebabkan), salah satunya curah hujan. Kalau enggak ada hujan tapi punya sumber air tanah yang bagus enggak masalah,” ungkapnya saat dihubungi Tribunjogja.com, Kamis (16/7/2020).

Ia melanjutkan, pada tahun ini tidak ada La Nina sehingga musim penghujan tidak ada gangguan. Hingga saat ini, kata dia, belum ada indikasi sumur masyarakat kering.

“Warga di daerah kekeringan punya mitigasi sendiri, oh kita akan menghadapi musim kering, sehingga punya tabungan untuk beli tanki air,” tambahnya.

BPBD DIY Mulai Rencanakan Skema Mitigasi Merapi di Tengah Pandemi Covid-19

BPBD Bantul Dilengkapi WRS NewGen, Kini Informasi Gempa Bumi Langsung Update Dalam 2 Menit

Sementara, selaku pihak pemerintah, BPBD DIY memiliki cadangan air yang nantinya akan didistribusikan ketika kabupaten/kota masih membutuhkan.

“Di BPBD kabupaten/kota memiliki cadangan tanki. Kalau kami menyediakan anggaran dari belanja tidak terduga. Kalau dana dari Dinas Sosial sudah habis, baru kita gunakan,” ungkapnya.

Berdasarkan pengalaman kemarau pada 2019, menurutnya ada daerah yang mendapat dropping air dari 4 kabupaten di DIY.

Rinciannya, terdiri atas 4 kabupaten, 42 kecamatan, 140 kelurahan/desa, dan 374 dusun.

“Tapi 2019 musim kemaraunya panjang. Tahun ini kemungkinan berkurang,” katanya. (Tribunjogja/Maruti Asmaul Husna)

Sumber: Tribun Jogja
Berita Terkait
  • Ikuti kami di
    AA

    Berita Terkini

    © 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved